ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
RMOL.Pemilik mobil mewah makin gila mengkonsumsi BBM subsidi ketika harga pertamax melonjak dari Rp 9.950 menjadi Rp 10.200 per liter. Yayasan Lembaga KonÂsumen Indonesia (YLKI) menÂduga, akan ada migrasi besar-beÂsaran dari konsumsi bensin non subsidi (pertamax) kepada benÂsin bersubsidi (premium).
Pasalnya, kata Ketua YLKI Suryadatmo, kerenggangan harga meninggi pasca kenaikan pertaÂmax senilai Rp 10.200 per liter.
“Dulu pertaÂmax naik, orang migrasi. Apalagi tidak ada aturan kalau premium hanya boleh diisi oleh orang yang layak disubÂsidi,†ungkap Suryadatmo di JaÂkarta, kemarin.
Umumnya, kata Suryadatmo, karakter konsumen bensin IndoÂnesia sangat sensitif dengan harga sehingga warga akan beralih meski memiliki kendaraan meÂwah yang sebenarnya lebih coÂcok dengan pertamax.
Menurutnya, hal itu terÂjadi akiÂbat tidak adanya keberaÂnian peÂmerintah untuk mengatur pelaÂrangan penggunaan premium oleh kendaraan beroktan tinggi.
“Dampaknya penggunaan preÂmium menjadi salah sasaran. PaÂsalnya, warga dengan kemamÂpuan keuangan tinggi yang mamÂpu membeli kenÂdaraan mewah turut menikmati subsidi premiÂum,†katanya.
Anggota Komite Badan PeÂngatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Qoyum TjandraÂneÂgara mengatakan, adanya keÂnyataan BBM bersubsidi ‘dimiÂnum’ mobil mewah sejenis AlÂphard, Jaguar, BMW dan seÂbaÂgainya, pemerintah akan meÂniaÂdakan premium di SPBU di jalan-jalan yang dianggap sering diÂlewati kalangan kelas atas.
“Kami akan sempurnakan aturan seÂbelumnya, akan kami buat aturan sebaik mungkin. Pembatasan haÂrus dilakukan. Bayangkan BBM bersubsidi haÂnya dinikmati masyarakat yang berhak kurang dari 10 persen,†teÂgas Qoyum kepada Rakyat Merdeka, Rabu (4/4).
Qoyum mencontohkan JaÂkarta, jalan-jalan yang biasa diÂlewati kalangan menengah atas dengan mobil-mobil mewahnya yang sangat tidak pantas dan tidak berÂhak mengkonsumsi preÂmium atau BBM bersubsidi. “Seperti jalan di Kuningan, Gatot Subroto, Thamrin, Senayan dan lainnya yang sering dilewati mobil-mobil kelas menengah atas,†jelasnya.
“Pakai RFID (Radio FrequenÂcy Identification), smartcard dan lainnya agar mobil kelas atas tiÂdak bisa pakai preÂmium memang butuh waktu, minimal 1-2 taÂhun. Tetapi untuk langkah ceÂpatnya, kami akan koÂsongkan premium di jalan-jalan yang seÂring dileÂwati kalangan meneÂngah atas,†ujarnya.
Vice President Corporate CoÂmmunication Pertamina M Harun menyatakan, Pertamina mengÂimbau pengguna mobil meÂwah untuk tidak beralih ke preÂmium meski harga pertamax saat ini terbilang tinggi. MenuÂrutÂnya, dalam kondisi itu, Pertamina tak bisa berbuat banyak, sebab piÂhakÂnya hanya bisa mengimbau, tidak kuasa melarang.
“Pertamina tidak bisa memakÂsa konsumen untuk tetap mengÂkonsumsi pertamax. PertaÂmina hanya memberikan imÂbauan dan menyampaikan etika bahwa pengÂguna mobil mewah dan seÂjenisnya untuk tetap mengÂgunaÂkan pertamax,†ungkapnya.
Anggota DPR dari Fraksi GolÂkar Bambang Soesatyo usul, jika ada mobil meÂwah yang ketahuan mengisi benÂsin premium, harusÂnya dipermalukan agar kapok. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10
Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05
Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37
Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22
Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00
Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44
Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34
Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03
Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41
Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39