Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

BKKBN Bantah Gunakan Kondom Impor

MINGGU, 08 APRIL 2012 | 08:20 WIB

RMOL.Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) membantah telah menggunakan kondom impor dalam menjalankan program KB kepada masyarakat.

“BKKBN tak pernah meng­gunakan kondom impor,” ujar Kepala BKKBN Sugiri Syarief.

Dia me­nam­bahkan, BKKBN selalu meng­gunakan dan mem­beli kondom yang diproduksi PT Rajawali Banjaran, Bandung .

“Karena itu, kami menya­yang­kan jika ada pihak yang mengatakan kalau kami meng­gunakan dan membeli kondom impor untuk pelayanan KB,” imbuhnya.

Sugiri menyatakan hal itu terkait dengan adanya pernya­taan yang menyebutkan bahwa BKKBN menggunakan kondom impor dari China dan Eropa.

“Itu informasi yang salah, saya tegaskan BKKBN tidak pernah impor kondom dari China mau­pun negara lain,” tegasnya.

Dia juga mengatakan, BKKBN tidak perlu membeli kondom produksi impor. Pasalnya, kua­litas dan kapasitas produksi dalam negeri sudah baik dan mencukupi.

Kepala Bagian Humas BKKBN Uung Kusmana me­nam­­bahkan, BKKBN selalu mem­­­­­beli kondom buatan dalam negeri selama sosia­li­sa­si program KB bagi lelaki dilakukan.

Bahkan, dia menegaskan bah­wa seluruh alat kontrasepsi yang dibeli BKKBN adalah produk dalam negeri. “Jika di luaran ditemukan kondom yang bukan diproduksi PT Rajawali Ban­jaran, itu bukan kondom yang dibeli BKKBN,” cetusnya.

Dia juga mengatakan BKKBN menyediakan paket kondom gratis untuk penggunaan be­berapa bulan di tempat  pela­yanan pemerintah seperti Pus­kesmas atau klinik-klinik KB. Se­lain itu, kondom juga bisa di­dapatkan di mobil pela­yanan KB keliling. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya