ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
RMOL.Dalam dua bulan lagi, bisnis ritel di Jakarta bakal makin monÂcer. Festival Jakarta Great Sale (FJGS) ke-4 akan segera digelar pada Juni tahun ini. Kali ini, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja IndoÂnesia (APPBI) sebagai penyeÂlenggara mematok target omzet Rp 10 triliun.
Ketua Panitia FesÂtival Jakarta Great Sale Handaka Santosa meÂngatakan, FJGS meÂrupakan acaÂra yang ditunjukkan untuk meÂningkatkan perdagaÂngan ritel, hiburan dan rekreasi.
Selain itu, acara ini juga mamÂpu menarik wiÂsatawan nusantara maupun manÂcanegara untuk berÂÂbelanja di Jakarta. Karena itu, ia mengaÂjak semua stakeÂholÂÂder agar menjadiÂkan Jakarta sebagai kota yang daÂpat dibangÂgakan dimata internaÂsional.
“Saat ini, masyarakat cendeÂrung belanja di luar negeri kaÂrena semakin banyaknya fasiliÂtas dan penawaran menarik seÂperti disÂkon. Karena itu, kami memperÂsiapkan pelaksanaan FJGS 2012 dengan lebih maksiÂmal,†jelas Handaka di Jakarta, Kamis (5/4).
Ia merinci, berbagai program diskon, penawaran menarik hingÂga program belanja tengah maÂlam (midnight sale) akan diÂgelar di 72 pusat perbelanjaan selama berlangsungnya FJGS dari tangÂgal 1 Juni hingga 14 Juli depan.
Dia mengajak peÂmerintah, pusat belanja, retaiÂler, asosiasi-asosiasi maupun meÂdia untuk bekerja sama meÂnyukÂseskan event tahunan tersebut.
“Tahun lalu, nilai total tranÂsakÂsi ritel selama FJGS mencaÂpai Rp 8,7 triliun. Kami berharap bisa meningkatkan nilai transakÂsi ini hingga 20 persen atau menÂjadi Rp 10 triliun,†sambung CEO SenaÂyan City ini.
Tahun ini, pihaknya akan meÂngusung tema Jakartaku Masa Depanku. Dengan bermodalkan anggaran Rp 5,2 miliar, FJGS 2012 diharapkan dapat semakin menguatkan hubungan antara peÂlaku bisnis di Jakarta, meÂningÂÂkatÂkan jumlah pengunjung ke pusat perbelanjaan (Mall) sebaÂnyak 20 persen sekaligus meningÂkatkan pendapatan pajak daerah.
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menyambut positif diseÂlenggarakannya event ini. Event ini dinilai berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Jakarta.
Tahun lalu, perekonomian Jakarta tumbuh 6,7 persen atau lebih besar dibandingkan perÂtumÂÂbuhan rata-rata perekonoÂmian nasional. Inflasi mencapai 3,97 persen. Dan Pendapatan DomesÂtik Bruto (PDB) Jakarta mendeÂkati Rp 1.000 triliun.
Wakil Sekjen Asosiasi PenguÂsaha Ritel Indonesia Satria HaÂmid menuturkan, dampak turuÂnan dari FJGS adalah meningÂkatÂnya permintaan barang pada ritel sebanyak 20 persen.
Selain itu, lonÂjakan juga terjadi dari sisi pengunjung. Biasanya, pada hari biasa, jumlah pengunÂjung sekitar 5.000 orang dan akhir pekan (JuÂmat, Sabtu dan Minggu) sebaÂnyak 8.000 orang. Selama FJGS, angka tersebut naik 20 persen.
“Selain berdampak pada ritel, event ini juga menggerakkan sektor lain seperti restoran, spa dan lainnya. Kalau transaksi taÂhun lalu naik 20 persen, kita tarÂgetkan tahun ini naik lagi 10 perÂsen,†tutur Head of Public Affairs PT Carrefour Indonesia itu. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55
UPDATE
Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00
Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42
Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28
Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26