Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Bank Pasang Kuda-kuda Tangkal Lonjakan Inflasi Harga BBM Batal Dinaikkan

JUMAT, 06 APRIL 2012 | 08:11 WIB

RMOL.Batalnya kenaikan harga bahan Bakar Minyak (BBM) diyakini mampu menjaga inflasi tahun ini. Namun, lembaga perbankan tetap memasang kuda-kuda jika inflasi mendadak naik.

Coorporate Secretary Bank Bu­kopin Tantri Wulandari me­nilai, dampak inflasi bisa kapan saja menghampiri lembaga perbankan. Karena itu, Bu­kopin tengah me­nyiapkan jurus untuk menang­kal dampak kenaikan inflasi.

“Inilah yang sedang kita bahas. Bagaimana caranya inflasi hanya berdampak kecil terhadap kami (Bank Bukopin),” katanya ke­pada Rakyat Merdeka, kemarin.

Tantri menjelaskan, dampak inflasi sebenarnya akan ber­pe­ngaruh terhadap pemberian kredit untuk usaha. Untuk itu, pem­berian kredit akan dibatasi jika laju inflasi sangat deras.

“Karena pasti suku bunga kre­dit ikut naik. Dan para na­sa­bah pun pasti akan kesulitan mem­bayarnya. Karena itu bia­sa­nya kami batasi jumlah pem­be­rian kredit itu,” terangnya.

Menurut Tantri, sekarang ini pihak manajemen risiko Bukopin su­dah siap menghadang dampak laju inflasi yang diperkirakan men­capai 6,7 persen di akhir tahun nanti.

“Paling dampak inflasi yang besar kami rasakan hanya satu hingga dua bulan. Setelah itu ka­mi bisa menyesuaikan diri lagi. Jadi, kami pun tidak perlu me­nang­gapinya terlalu serius,” tuturnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, belum mengetahui apakah Bu­kopin akan menaikkan suku bunga kredit dalam waktu dekat. “Keputusan menaikkan suku bunga kredit harus melalui proses terlebih dahulu. Tapi saya belum dengar Bukopin akan menaikkan suku bunga kredit,” akunya.

Direktur Kepatuhan BNI Sya­riah Imam Teguh Saptono juga mengakui kenaikan inflasi dapat berdampak pada semua sektor lembaga perbankan, baik kon­vensional maupun syariah.

Namun, efek inflasi terhadap lembaga perbankan hendaknya tidak dijadikan sebagai momen yang menakutkan. “Bank harus selalu siap dalam menghadapi inflasi seperti ini” katanya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Imam menambahkan, pihak­nya sudah mewanti-wanti bakal terjadi inflasi manakala harga BBM jadi dinaikkan. Menu­rutnya, pihaknya kini terus mela­kukan penghematan biaya ope­ra­sional guna mendapat dampak inflasi yang berlebihan. “Kita lakukan penghematan biaya untuk mencegah efek inflasi yang berlebihan,” ujarnya.

Selain menghemat anggaran operasional, Imam menjelaskan, pihaknya tengah menyusun lang­kah preventif seperti meredam sektor-sektor sensitif yang rawan akibat terjadinya inflasi.

“Misalnya, dalam sektor pem­berian kredit. Tentunya kami juga akan menyesuaikannya dengan inflasi yang terjadi,” tandasnya.

Hal senada dikatakan Direktur Kredit PT Bank Mega Daniel Budirahaju. Ia mengaku tidak terlalu menanggapi serius ke­naikan inflasi akibat rencana ke­naikan harga BBM. “Itu mah bi­asa. Kami sering menghadapi in­flasi seperti ini,” katanya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Lebih jauh Daniel belum me­nge­tahui langkah apa yang di­persiapkan oleh Bank Mega untuk menangkal derasnya laju inflasi tatkala harga BBM benar-benar naik. “Belum ada pem­bicaraan ke arah sana (kenaikan bu­nga kredit). Tapi, memang ka­mi sedang mendiskusikan untuk mencari jalan keluar terbaik menghadapi inflasi ini,” tuturnya.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution mengatakan, batalnya kenaikan harga BBM bersubsidi pada 1 April lalu membuat inflasi tahun ini tetap terjaga di kisaran 4,5 plus minus satu persen. “Kalau ada kenaikan BBM, (inflasi) memang lebih tinggi,” kata dia.

Darmin menambahkan, jika inflasi naik karena harga BBM bersubsidi naik, inflasi juga masih dapat dikendalikan. Meski begitu, Darmin enggan me­nga­takan lebih jauh terkait kebijakan yang akan diambil. “Tergantung apa responsnya baik oleh pe­me­rintah maupun oleh BI. Saya belum mau bilang apa yang kita lakukan,” tukas dia. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya