ilustrasi, rusun
ilustrasi, rusun
RMOL.Guna mempercepat pembangunan proyek rumah susun (rusun), Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) mengajak para pengusaha Hong Kong yang tergabung dalam Hong Kong Infrastructure Development And Real Estate untuk ikut menanamkan investasi dalam pembangunan rusun di Indonesia.
Pemerintah berharap keÂikutsertaan pengusaha asing bisa memberikan masukan tentang desain pembangunan kota baru di Indonesia.
“Para pengusaha biÂdang inÂfrastruktur dan real estate di Hong Kong punya pengalaman daÂlam penataan hunian secara vertikal. Saya mengajak mereka untuk ikut berinvestasi,†ujar Menpera Djan Faridz di Jakarta.
Djan menyatakan, pembanguÂnan rumah susun di perkotaan merupakan salah satu program yang perlu ditingkatkan. Jika masÂyarakat tinggal di hunian verÂtikal tersebut, secara tidak langÂsung akan mengurangi moÂbilitas masyarakat sehingga bisa meÂnguÂrangi kemacetan.
Chief Executive Hong Kong Infrastructure Development And Real Estate Ho On Sing Thomas mengatakan, pihakÂnya sangat tertarik atas tawaran investasi daÂri Menpera untuk pemÂbanguÂnan rusun di Indonesia.
Sebab, pangsa pasar hunian vertikal di Indonesia memang cuÂkup besar serta dapat meningÂkatkan hubungan antar kedua negara. “Kami sangat tertarik dengan paparan dari MenÂpera tentang kondisi serta kebutuhan masyarakat akan peruÂmahan di Indonesia,†katanya.
Tawaran untuk membangun rusun, desain konsep pemÂbaÂnguÂnan wilayah dan kota baru saÂngat baik. “Kami telah memiliki peÂngaÂlaman untuk membangun kota besar seperti Hong Kong saat ini,†tuturnya.
Thomas yang juga President Hong Kong ConsÂtrucÂtion AssoÂciation mengungkapkan, salah satu hal penting yang perlu diÂperhatikan dalam pembaÂnguÂnan rusun antara lain harus deÂkat deÂngan sarana transporÂtasi serta tempat kerja. Jika hal itu dapat diwujudkan, tentu masalah keÂmacetan akan dapat teratasi deÂngan baik.
“Kami siap membantu KeÂmenÂpera dalam mendesain pemÂbaÂngunan perumahan bagi maÂsyaÂrakat,†tandasnya.
Pengembangan Kota Baru
Menyinsung soal pengembaÂngan kota-kota baru seperti Kota Maja, imbuh Djan Faridz, akan terus dilakukan supaya kegiatan perÂekoÂnomian serta kawasan perÂmuÂkiman di sana tidak hanya terÂfokus di Ibukota Jakarta.
Setidaknya, kata Djan, IndoÂnesia juga telah mendapatkan bantuan pinjaman lunak dari Jepang unÂtuk pembuatan desain kota dan inÂfrastruktur di Kota Maja.
“Ibukota Jakarta, Medan, SuraÂbaya dan Bandung sudah terlalu padat untuk perumahan maÂsyaÂrakat. Kami tengah berupaya agar tanah di Kemayoran yang luasÂnya sekitar 300 hektar bisa diÂmanfaatkan untuk pembangunan rusun bagi masyarakat berÂpengÂhaÂsilan rendah,†tegasnya.
Jika rusun dapat terwujud baik, diperkirakan hunian vertiÂkal terÂsebut dapat menampung seÂkitar 500 ribu orang lebih maÂsyaÂrakat yang belum memiliki ruÂmah layak huni.
Kemenpera juga tengah mengÂupayakan penataan kawasan kuÂmuh di sepanjang Kali CiliÂwung agar mereka juga bisa diÂpindahÂkan ke rusun yang akan diÂbaÂngun tidak jauh dari Stasiun MangÂgarai.
“Upaya ini memang tidak muÂdah karena budayanya meÂmang berbeda dengan negara asing lainnya. Namun, kami tidak akan menyerah dan akan terus mengÂgandeng masyarakat dan pemeÂrintah daerah untuk menÂdorong pembangunan rusun di daerah,†harap menteri dari PPP itu.
Dikatakan, keikutsertaan para pengusaha asing diharapkan daÂpat meÂningÂkatkan investasi di sektor pemÂbaÂngunan perumahan dan kawasan permukiman.
Ditanya Rakyat Merdeka apaÂkah harga rusun tetap akan naik, meskipun harga BBM batal naik, Djan mengaku belum berani memastikan.
“Kita masih menghitung. BeÂrapa besarannya, masih dalam pembahasan. Yang pasti harga rumah tetap akan ada kenaikan,†ujarnya.
Namun, ia belum berani memÂbeÂrikan estimasi seberapa besar dampak pemÂbatalan kenaikan harga BBM terhadap sektor peÂrumahan. Sebab, masih dalam proses pengÂhitungan.
“Tetap ada kenaikan (harga rumah) sedikitlah. Bukan soal BBM jadi naik atau nggak, tapi dikarenakan kenaikan harga bahan-bahan banggunan akibat inflasi dan upah para peÂkerja bangunan,†kilahnya. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55
UPDATE
Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00
Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42
Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28
Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26