Sapta NirÂwanÂdar
Sapta NirÂwanÂdar
RMOL.Polemik tentang harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak akan mempengaruhi potensi industri kreatif di daerah. Saat ini, trend perÂtumbuhan industri ini menÂcaÂpai 7,7 persen atau hampir sama deÂngan pertumbuhan ekonomi naÂsional.
Wakil Menteri PariÂwiÂsata dan Ekonomi Kreatif Sapta NirÂwanÂdar menyatakan, keterÂganÂtungan industri kreatif terÂhadap BBM sangat minim.
“SeÂbenarÂnya, jika industri kreatif masih banyak bergantung pada BBM, mereka bisa menggunaÂkan BBM non subsidi. Hingga saat ini, industri kreaÂtif masih komÂpetitif meski keÂbijakan pemÂbatasÂan BBM subÂsidi telah gencar diÂwacanakan,†tandas SapÂta di JaÂkarta, kemarin.
Untuk itu, calon Ketua Ikatan Alumni Unpad Periode 2012-2016 ini akan mengÂemÂbangkan berÂÂÂbagai potensi ekonoÂmi kreatif, baik di daerah atau kampus. Untuk di kamÂpus, pihakÂnya akan mendorong peÂnelitian ekonomi kreatif. “Selama ini Unpad punya kontribusi besar bagi pengemÂbangan ekonomi kreatif di Jawa Barat,†cetusnya.
Sementara Direktur Jenderal Nilai BudaÂya, Seni dan Film KeÂmenÂterian Pariwisata dan EkoÂnomi Kreatif Ukus Kuswara meÂngatakan, potensi Indonesia paÂda sektor ekonomi kreatif terÂbuka luas.
“Kurang lebih 27 perÂsen dari total penduduk Indonesia adalah pemuda dalam usia proÂduktif dan tentunya memiliki potensi untuk mengembangkan ekonomi kreaÂtif,†kata Ukus.
Namun, ada beberapa permaÂsaÂlahan utama ekonomi kreatif berÂbasis seni dan budaya antara lain kuantitas dan kualitas sumÂber daya manusia (SDM), lemÂbaga penÂdidikan serta masih kuÂrangÂnya pembinaan profesi, peÂmaÂsarÂan dan permasalahan infraÂstruktur.
Menurut Ukus, untuk pasar dalam negeri sudah mulai tumÂbuh, terutama untuk subÂsekÂtor film dan musik. Untuk musik dan kerajinan, telah menyumbang leÂbih dari 96 persen produk doÂmesÂtik bruto (PDB) ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya.
“Pertumbuhan jumlah peruÂsaÂhaÂan ekonomi kreatif berbasis seni budaya memiliki tren meÂningÂkat, bahÂkan berhasil menyaÂmai perÂtumÂbuhan nasional di 2010 seÂbesar 7,7 persen. SemenÂtara unÂtuk kerajinan menyumÂbang rata-rata 37 persen dari total nilai ekspor industri kreatif, deÂngan rata-rata kontribusi 3 persen terÂhadap total nilai ekspor naÂsional,†terang Ukus.
Secara terpisah, bekas Ketua Himpunan Pengusaha Muda InÂdonesia (Hipmi) Sandiaga S Uno memÂpunyai mimpi sektor ekoÂnomi kreatif bisa menyumÂbang 20 perÂsen PDB Indonesia.
“Sekarang di baÂwah 10 persen. Karena kalau diÂlihat di Indonesia ada begitu baÂnyak kebutuhan, banyak budaya dan aneka raÂgam,†kata Sandiaga.
Menurut CEO Saratoga Capital ini, yang berpeluang memÂbangÂkitÂkan industri kreatif itu anak-anak muda. “Mereka dapat mengÂangÂkat keÂbuÂdaÂyaan IndoÂnesia yang beragam,†ujarnya.
Untuk itu, dia berharap seÂmua generasi muÂda dapat berÂgabung untuk meÂngumÂpulkan semua poÂtensi yang dimiliki sehingga daÂpat semakin mengÂglobal. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55
UPDATE
Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00
Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42
Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28
Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26