Berita

ilustrasi, beras

Bisnis

Wamendag Klaim Harga Beras Tidak Berubah

Rela Becek-Becekan Sidak ke Pasar Pasca Harga BBM Batal Naik
KAMIS, 05 APRIL 2012 | 08:00 WIB

RMOL.Kementerian Perdagangan (Kemendag) tampaknya mulai gerah dengan kenaikan harga bahan pokok akibat dampak psi­kologis rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Kemarin pagi, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Kris­namurthi langsung mela­ku­kan inspeksi ke Pasar Induk Be­ras Cipinang dan Pasar Klen­der SS di Jakarta Timur untuk me­ngecek langsung kondisi har­ga bahan pokok.

Dalam kunjungannya, Bayu ha­rus rela becek-becekan ka­rena ja­lan yang dilewati basah dan terendam bekas hu­jan. Dalam sidaknya itu, Bayu di­dampingi sejumlah pejabat ter­kait di kementerian yang di­pim­pin Gita Wirjawan tersebut.

Dalam kesempatan itu, bekas Wakil Menteri Pertanian ini men­dapatkan penjelaskan soal kon­disi harga beras dari Direktur Uta­ma PT Food Station Tjipi­nang Ja­ya Syam­sul Hilataha. Bayu pun ti­dak se­gan me­na­nya­kan harga dan kon­disi pa­so­kan beras kepada be­be­rapa pe­dagang yang ditemuinya.

Berdasarkan hasil sidaknya diketahui harga beras tidak me­ngalami banyak perubahan. Har­ga beras kualitas medium se­perti IR 64 bervariasi antara Rp 6.750 per kilogram sampai Rp 8.300 per kilogram tergantung kualitas.

Sementara harga beras kualitas premium bervariasi antara Rp 7.400 per kilogram sampai Rp 10.700 per kilogram sesuai kua­litas. Namun, untuk harga gula pasir dan minyak goreng menga­lami kenaikan.

Surbakti, seorang pedagang di Pasar Klender mengatakan, harga gula pasir yang sebelum­nya Rp 12.000 per kilogram naik menjadi Rp 12.500 per kilo­gram. Sedang harga minyak goreng curah naik dari Rp 11.300 per kilogram menjadi Rp 11.500 per kilogram.

Bayu menilai, isu kenaikan harga BBM tidak begitu ber­pe­nga­ruh kepada kenaikan harga ba­­han pokok di pasar, hal itu dise­bab­kan pasokan yang relatif sta­bil. Namun, terkait kenaikan har­ga gula pasir disebabkan stok yang menurun karena belum me­ma­suki musim giling.

Direktur Utama PT Food Sta­tion Tjipinang Jaya Syamsul Hi­lata­ha mengatakan, harga beras tidak terlalu banyak terpengaruh isu kenaikan harga BBM.

“Kami juga hati-hati menaik­kan harga, tidak berani menaik­kan banyak karena kami juga ha­rus bersaing dengan pedagang lain. Kalau nggak bisa, kehi­langan pembeli,” katanya.

Di tempat terpisah, Menteri Per­­­ta­nian Suswono  mengklaim har­­­­ga-harga kebutuhan pokok su­­dah cen­derung stabil. “Harga, cek la­­­pangan dong, tetap. Re­latif sta­­bil nggak banyak peru­bahan,” katanya.

Harga bahan pokok tersebut sa­lah satunya yakni harga da­ging sapi. “Kalau untuk saya ba­rang-ba­­rang bahan pokok re­latif stabil, da­­ging relatif masih stabil juga,” jelasnya.

Hati-hati Bikin Kebijakan

Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Ali Masykur Musa meminta pemerintah me­ngurangi keputusan kontrapro­duk­tif seperti wacana kenaikan BBM subsidi.

Menurut dia, kebijakan menge­nai energi tersebut menyangkut lang­sung kehidupan masyarakat. BPK berharap dalam mengambil keputusan kebijakan tersebut lebih berhati-hati. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya