Berita

Kubu Hatta: Bubarkan Setgab SBY kalau Tak Ada Sanksi untuk PKS

RABU, 04 APRIL 2012 | 11:41 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Enam partai koalisi pendukung pemerintah harus berjalan seirama mendukung kebijakan pemerintah. Jangan sampai, partai koalisi hanya menginginkan hasil yang manis, tapi tidak mau mendukung kebijakan yang dinilai tidak akan populer.

Hal itu disampaikan Ketua DPP PAN, Bima Arya Sugiarto kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Rabu, 4/4). PAN sejak awal, konsisten memegang teguh prinsip tersebut.

Menurut Bima, kesolidan dan koordinasi partai pendukung penting untuk menyukseskan kebijakan pemerintah. Apalagi, tantangan politik di sisa masa pemerintahan saat ini akan semakin berat.

Meski begitu, PAN tetap menyerahkan kepada Presiden SBY untuk menentukan sanksi apa yang akan diberikan kepada partai yang kerap mbalelo, seperti PKS. Namun, dia mengingatkan, kesepakatan dalam koalisi harus ditegakkan.

"Kalau tidak ada sanksi, bubarkan saja Setgab. Buat apa ada Setgab, ada peraturan yang disepakati, tapi tidak ada sanksi (bagi yang melanggar). Makanya harus ada ketegasan," tandasnya. [zul]


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Wajib Halal Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Literasi Konsumen Jadi Tantangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19

BBCA Pimpin Transaksi Saham, Nilainya Tembus Rp353 Miliar saat IHSG Menguat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06

Tiru LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01

SBY Bercanda soal Batuk Prabowo dan Nasib Rupiah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54

CUAN Ramai Diperdagangkan, Nilai Transaksi Tembus Rp196 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI-Tiongkok-Thailand

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41

Saat Karhutla Membara, Mereka Malah Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25

56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

BNPB: Penanggulangan Bencana Tak Terpengaruh OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

Selengkapnya