Berita

Cukup Copot Satu Menteri PKS, SBY Aman

RABU, 04 APRIL 2012 | 10:37 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Posisi PKS di dalam kabinet belum tentu tamat. Pasalnya, evaluasi yang dilakukan Setgab Partai Koalisi tadi malam tidak menegaskan secara jelas sanksi konkrit apa yang akan diberikan kepada PKS, meskipun telah dinyatakan melanggar code of conduct.

Pengamat politik Saleh Partaonan Daulay mengungkapkan, sebenarnya, masih banyak opsi-opsi lain yang mungkin menjadi pertimbangan SBY daripada sekadar mendepak menteri PKS dari kabinet.

""SBY tentu tidak akan gegabah untuk mengeluarkan PKS dari kabinet. Kalau itu dilakukan, ini adalah kabar baik bagi kelompok oposisi. Artinya, mereka akan mendapat tambahan kekuatan untuk bersama-sama terus mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah," katanya kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Rabu, 4/4).

Atas dasar pertimbangan ini, lanjut Saleh, SBY masih membutuhkan PKS. Setidaknya untuk menutup langkah PKS agar tidak keluar dari lingkaran koalisi. Pada
titik ini, fungsi PKS hanyalah sebatas stempel anggota koalisi meskipun dinilai minus kontribusi.

"Salah satu opsi yang mungkin dilakukan SBY adalah dengan kembali mengurangi jatah PKS di kabinet. Opsi ini menjadi strategis karena tiga alasan. Pertama, beber Saleh, SBY dinilai konsisten memberikan sanksi atas pelanggaran yang dilakukan anggota koalisi, seperti yang dilakukan pada reshuffle kabinet beberapa bulan lalu. "Kedua, dengan mempertahankan dua orang menteri, PKS tetap berada dalam lingkaran koalisi dan tidak serta merta menyeberang menjadi oposisi," urai dosen FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Ketiga, hal ini sekaligus akan dapat mengukur tingkat kesetiaan dan konsistensi PKS. Andaikata PKS tidak terima dengan opsi ini, maka PKS tentu akan meminta keluar secara total dari koalisi. "Kalau ini yang terjadi, SBY tidak akan dinilai mengkhianati kontrak koalisi karena keluarnya PKS adalah atas permintaan sendiri, bukan dikeluarkan secara sepihak," demikian Saleh.

Sebelumnya, ada empat kader PKS yang duduk di kabinet. Mereka adalah Tifatul Sembiring sebagai Menkominfo; Suswono menjabat Menteri Pertanian, Salim Al Djufri dipercaya memimpin Kementerian Sosial, dan Suharna surapranata yang didapuk sebagai Menristek. Tapi, pada reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II Oktober 2011 lalu, Suharna dicopot. [zul]


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Wajib Halal Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Literasi Konsumen Jadi Tantangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19

BBCA Pimpin Transaksi Saham, Nilainya Tembus Rp353 Miliar saat IHSG Menguat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06

Tiru LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01

SBY Bercanda soal Batuk Prabowo dan Nasib Rupiah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54

CUAN Ramai Diperdagangkan, Nilai Transaksi Tembus Rp196 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI-Tiongkok-Thailand

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41

Saat Karhutla Membara, Mereka Malah Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25

56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

BNPB: Penanggulangan Bencana Tak Terpengaruh OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

Selengkapnya