Hidayat Nur Wahid (HNW)
Hidayat Nur Wahid (HNW)
RMOL. Banjir tidak hanya menggeÂnaÂngi pemukiman kelas bawah. RuÂmah-rumah mewah di kawasan Kemang, Jakarta tak luput dari terjangan air.
Rumah calon gubernur DKI JaÂkarta, Hidayat Nur Wahid (HNW)di Jalan Kemang IV NoÂmor 79D ikut kebanjiran. RuÂmah minimalis berlantai dua itu keÂmaÂsukan air sejak Senin malam (2/4).
Rumah bekas ketua MPR itu lebih tinggi satu meter dari jalan. Namun air tetap masuk. KeÂtingÂgian air di dalam rumah mencapai betis orang dewasa. Sebuah karÂpet warna hijau terlihat dijemur di atas dinding pagar sebelah depan. Tak hanya di pagar rumah, di lantai dua dari rumah yang cuÂkup besar ini juga terlihat karpet yang dijemur.
“Saya sudah bangun semacam pembatas agar air tidak masuk. Ternyata air akhirnya masuk juga ke lantai bawah sejak Selasa dini hari. Akibatnya beberapa peraÂboÂtan dan karpet terendam oleh air yang masuk,†kata Hidayat yang ditemui Rakyat Merdeka di keÂdiamannya.
Tak hanya perabotan, kolam ikan yang terletak persis di depan rumah ikut menjadi korban. BeÂberapa ikan Koi peliharaan bekas presiden PKS itu lepas
“Alhamdulillah tidak semua ikan hanyut terbawa banjir, masih ada beberapa yang tertahan. Lihat saja, ikan-ikan itu kini bisa beÂreÂnang bebas di tempat yang seÂbenarnya bukan kolam mereka,†jelas Hidayat sambil menunjuk ke arah depan rumah di mana kolam ikan berada.
Menurut Hidayat, banjir kali ini terjadi merupakan banjir terÂbeÂsar selama dia tinggal disitu. SeÂlama ini kawasan tempat tingÂgal kerap dilanda banjir tapi perÂnah sampai masuk ke rumah. Air hanya menggenang di jalan deÂpan rumah.
“Sekarang sudah masuk air, surutnya pun lama. Biasanya kalau hujan berhenti, air segera surut. Tapi sampai sekarang, air masih cukup tinggi,†ujarnya.
Sampai kemarin sore, kawasan ini masih terendam air setinggi paha orang dewasa. Puluhan anggota Marinir terlihat berjaga-jaga di ujung. Mereka siap memÂberikan bantuan kepada warga yang hendak melintasi banjir.
Sesekali, anggota Marinir patÂroli keliling kompleks dengan peÂrahu karet. Sambil berpatroli, meÂreka membantu warga yang ingin keluar dari rumah tapi terhalang banjir. Suratmo, petugas keÂamaÂnan di kompleks tersebut meÂngaÂtakan, awalnya air masuk sejak SeÂlasa pukul dua dini hari.
Awalnya banjir hanya setinggi sebetis. Belakangan terus naik sampai akhirnya menggenangi rumah warga, termasuk rumah Hidayat.
Lokasi perumahan ini, kata Suratmo, jauh dari aliran Kali Krukut. Kata dia, ada apartemen yang memisahkan kompleks perumahan ini dengan kali itu. Jaraknya sekitar 100 meter.
“Tapi kalau airnya gede, air tetap masuk dari selokan-selokan. Jadi lubernya sampai ke sini juga,†kata Suratmo. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 15 Juni 2026 | 02:37
Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07
Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11
Senin, 15 Juni 2026 | 19:07
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21
Senin, 22 Juni 2026 | 15:05
UPDATE
Selasa, 23 Juni 2026 | 16:16
Selasa, 23 Juni 2026 | 16:10
Selasa, 23 Juni 2026 | 16:07
Selasa, 23 Juni 2026 | 16:04
Selasa, 23 Juni 2026 | 16:01
Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59
Selasa, 23 Juni 2026 | 15:53
Selasa, 23 Juni 2026 | 15:49
Selasa, 23 Juni 2026 | 15:45
Selasa, 23 Juni 2026 | 15:32