Berita

presiden sby

PPP Serahkan Urusan PKS ke SBY

RABU, 04 APRIL 2012 | 09:02 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Berbeda dengan Partai Demokrat, PAN dan PKB yang ngotot agar PKS diberi sanksi karena kembali berbeda dengan partai koalisi, PPP bersikap netral, sama seperti sikap yang ditunjukkan partai koalisi lainnya, Partai Golkar.

Soal apakah PKS tetap di Sekretariat Gabungan Partai Koalisi Pendukung Pemerintah atau tidak, hal itu tergantung PKS dan SBY, selaku Presiden. Karena kontrak koalisi adalah masing-masing partai dengan Presiden bukan kontrak secara bersamaan dengan partai-partai lainnya.

"Apakah tetap di koalisi atau ada sikap lain, itu adalah hak dari PKS. Kami sepenuhnya menghormati. Koalisi ini lebih pada hubungan komitmen masing-masing parpol dengan SBY. Kita lihat sejauhmana SBY melakukan penilaian atas proses jalannya koalisi itu. Apakah SBY merasa terganggu atau tidak, kita serahkan sepenuhnya penilaian itu kepada SBY," jelas Jurubicara DPP PPP M. Arwani Thomafi kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Rabu, 4/4).

Tadi malam, pimpinan partai koalisi menggelar pertemuan di kediaman SBY, di Cikeas, Bogor, membahas soal masa depan PKS. Sekretaris Setgab Syarief Hasan tadi malam, seperti dikutip dari harian Media Indonesia mengungkapkan, bahwa Setgab sepakat untuk mendepak PKS. Apakah hal itu benar, Sekretaris Fraksi PPP ini tak bisa menkonfirmasi.

"Soal hasil rapat Setgab tadi malam, saya belum tahu Mas. Ketum (Ketua Umum PPP Suryadharma Ali) langsung yang hadir," ungkap politisi muda yang duduk di Komisi V DPR ini. [zul]


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Wajib Halal Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Literasi Konsumen Jadi Tantangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19

BBCA Pimpin Transaksi Saham, Nilainya Tembus Rp353 Miliar saat IHSG Menguat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06

Tiru LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01

SBY Bercanda soal Batuk Prabowo dan Nasib Rupiah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54

CUAN Ramai Diperdagangkan, Nilai Transaksi Tembus Rp196 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI-Tiongkok-Thailand

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41

Saat Karhutla Membara, Mereka Malah Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25

56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

BNPB: Penanggulangan Bencana Tak Terpengaruh OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

Selengkapnya