Berita

BP Migas

Bisnis

BP Migas Klaim Berhasil Efisiensi Cost Recovery

SELASA, 03 APRIL 2012 | 08:00 WIB

RMOL. Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) mengklaim ber­­hasil melakukan efisiensi bia­ya operasi dan investasi (cost re­covery) yang akan ditagihkan ke negara oleh Kontraktor Kon­trak Kerja Sama (KKKS) 2012.

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) cost recovery yang akan dibayarkan pemerintah tahun ini sebesar 15,1 miliar dolar AS. Angka itu lebih rendah dari usulan KKKS 17,4 miliar dolar AS untuk menghasilkan minyak dan gas 2,25 juta barel minyak ekuivalen.

Kepala Divisi Humas, Sekuriti dan Formalitas BP Migas Gde Pradnyana mengatakan, angka cost recovery tahun ini juga lebih ren­dah dibanding realisasi pada 2011 sebesar 15,5 miliar dolar AS. Kondisi ini memperlihatkan ke­berhasilan pihaknya mela­ku­kan efisiensi pengelolaan in­dustri hulu migas.

Menurut dia, awalnya KKKS mengajukan usulan anggaran 17,4 miliar dolar AS untuk meng­ha­silkan total pendapatan kotor ke­giatan hulu migas 53,7 miliar do­lar AS dengan porsi pe­ne­rimaan negara 28 miliar do­lar AS dan bagian KKKS 8,3 miliar dolar AS.

Tapi setelah melalui pemba­hasan, BP Migas berhasil me­mak­simalkan total pendapatan ko­tor menjadi 56,3 miliar dolar AS dari usulan 53,7 miliar dolar AS. Me­nurut Gde, dengan pe­nam­bahan pendapatan kotor ini, ma­ka porsi penerimaan negara me­ning­kat menjadi 32,2 miliar dolar AS dari semula 28 miliar dolar AS.

Selain itu, kata dia, bagian KKKS juga sedikit meningkat men­jadi 8,9 miliar dolar AS dari usulan 8,3 miliar dolar AS. Se­mentara cost recovery yang di­ajukan KKKS tersebut menjadi ha­nya 15,1 miliar dolar AS de­ngan meningkatkan efisiensi di sejumlah anggaran yang diaju­kan KKKS yang dinilai tidak akan mempengaruhi pencapaian pro­duksi minyak dan gas.

“Pada dasarnya kami meman­dang cost recovery sebagai in­ves­tasi untuk menghasilkan pe­ne­rimaan negara yang mak­si­mal,” jelas Gde.

Meski demikian, investasi yang dilakukan juga harus di­upayakan agar efisien dengan te­tap memberi keuntungan bagi kon­traktor mau­pun bagi pe­me­rintah. Cost reco­very ini juga ha­rus sebanyak mungkin dibe­lan­jakan di dalam negeri dalam berbagai bentuk kandungan lokal.

Tahun lalu, kata Gde, dari be­lanja kapital sebesar 11 miliar do­lar AS di industri hulu minyak dan gas, BP Migas berhasil men­do­rong tingkat kandungan lokal senilai lebih dari 6 miliar dolar AS. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya