Berita

hatta rajasa/ist

SBY 'Diselamatkan' Hatta Rajasa dan Aburizal Bakrie dari Amuk Massa

SENIN, 02 APRIL 2012 | 12:33 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beruntung punya besan sekelas Hatta Rajasa. Berkat kepiawannya, Ketua Umum DPP PAN itu bisa menyelamatkan SBY.

Penilaian itu diutarakan pengamat ekonomi politik Syahganda Nainggolan saat dihubungi Rakyat Merdeka Online tadi pagi (Senin, 2/4).

"Kalau tak ada besannya, mungkin (SBY) kemarin sudah hancur. Karena yang paling piawai itu Hatta. Seluruh kerjaan kemarin itu diselesaikan oleh Hatta dan Aburizal Bakrie," ungkapnya.

Menurutnya, penambahan Ayat 6A Pasal 7 RAPBNP 2012 bisa menyelamatkan SBY untuk sementara ini. Ayat ini memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk menaikkan atau menurunkan harga BBM di tanah air apabila terjadi perubahan rasio harga minyak Indonesia (ICP) dengan minyak di pasar dunia hingga lebih dari 15 persen dalam enam bulan berjalan sejak ayat itu diputuskan.

"Ada cara menunda kemarahan rakyat. Karena SBY tidak punya ide tentang itu. Jadi dia terselamatkan. Dia ya, bukan rakyat yang terselamatkan," ungkapnya.

Pemerintah pada awalnya mengusulkan agar harga BBM naik per 1 April sebesar Rp1500 per liter. Bila hal itu diloloskan, buruh  mengancam akan menduduki bandara, pelabuhan, dan tol.

Baik PAN dan Golkar, sama-sama mengklaim sebagai pihak yang mengusulkan penambahan poin dalam pasal 7 ayat 6 tersebut. "Tahu tidak angka 15 persen dari siapa? Dari PAN sebelum sholat Jumat kita sudah minta angka 15 persen, dan akhirnya pun disetujui," kata Fraksi PAN, Tjatur Sapto Edy, Sabtu (31/3).

Ketua Umum DPP Partai Golkar juga mengklaim bahwa opsi itu adalah usulan anak buahnya di DPR. "Golkar memberikan solusi praktis terhadap jalan buntu subsidi BBM dengan rumusan 15 persen deviasi ICP selama enam bulan untuk syarat kenaikan BBM," ujar Aburizal Bakrie Sabtu malam (31/3). [zul]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya