Berita

Nasir Jamil: Hahaha, Kayaknya Anak Kecil Saja Main Ngadu Segala

SABTU, 31 MARET 2012 | 19:56 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

. Ketua DPP PKS Nasir Djamil malah tertawa mendengar ancaman Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana yang akan mengadukan PKS ke Ketua Setgab yang juga Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono.

"Hahahaha, kayak anak kecil saja main ngadu segala," katanya kepada Rakyat Merdeka Online malam ini (Sabtu, 31/3) .

Wakil Ketua Komisi III DPR ini menyatakan tidak takut ancaman Demokrat itu. Dia pun mempersilakan Demokrat segera mengadukan PKS ke SBY. Nasir yakin, aduan Demokrat itu tidak akan didengar SBY. Sebab, SBY adalah negarawan yang mampu memilah dan memilih kepentingan rakyat dan kepentingan partai.

Nasir meluruskan, PKS menolak kenaikan BBM bukan karena ingin dilihat berani melawan SBY. Penolakan itu didasakaan pada kepentingan rakyat miskin yang akan sangat terbebani jika harga BBM naik. "Karenanya, kami tidak merasa sikap kami adalah kesalahan yang karenanya harus diberi sanksi," ujarnya.

Kata Nasir, sesama partai koalisi adalah sejajar. Tidak ada yang lebih tinggi dan yang lebih rendah. "Kami diajarkan di dalam koalisi bahwa perbedaan itu adalah indah. Karenanya saya bingung dan prihatin kalau Sutan membawa isu BBM ke masalah jatah menteri. Sutan sepertinya lupa bahwa koalisi itu akan semakin solid jika ada perbedaan," tandasnya.

Sebelumnya, jurubicara PKS Mardani Ali Sera mengaku partainya nyaman dengan pilihan opsi 1 dalam paripurna BBM. Kata dia, PKS memilih berjuang bersama rakyat dengan menolak rencana kenaikan BBM. "Suara rakyat adalah amanah untuk PKS. Terlalu lama kita diajak untuk tidak jujur pada rakyat," ujarnya. [zul]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya