Berita

KNPI Desak Pemerintah Batalkan Rencana Kenaikan BBM

JUMAT, 30 MARET 2012 | 22:24 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) meminta DPR dan pemerintah untuk meninjau kembali rencana kenaikan BBM per 1 April 2012. Kebijakan itu sangat tidak tepat dan dapat memicu konflik vertikal yang lebih massive di tengah masyarakat, jika kebijakan itu dipaksakan dalam waktu dekat.

Pernyataan sikap DPP KNPI tentang pencana kenaikan BBM per 1 April 2012 itu dikemukakan Ketua Umum DPP KNPI, Taufan E.N. Rotorasiko (Jumat, 30/3).

Menurut TEN, sapaan akrab Taufan E.N. Rotorasiko, rencana pemerintah untuk menaikkan BBM  dapat dimengerti sebagai usaha untuk mengamankan APBN 2012, namun kondisi ekonomi masyarakat yang belum siap dengan efek domino dari kenaikan itu telah memicu gelombang protes yang meluas di seluruh Indonesia.


''Kondisi ini tentunya tidak dapat diabaikan begitu saja oleh pemerintah dan DPR. KNPI  memandang, bahwa sebuah kebijakan bagaimanapun harus berakar dari aspirasi masyarakat. Dan gelombang protes ini merupakan sebuah refleksi bagi para pengambil kebijakan, bahwa kebijakan yang  bernilai baikpun harus diterima masyarakat,'' paparnya.

Jika dipaksakan, katanya, rancangan kenaikan BBM per 1 April 2012 dapat memicu konflik vertikal yang lebih massive di tengah masyarakat. ''Maka dengan ini kami berpendapat bahwa kenaikan BBM  per 1 April sungguhlah kurang tepat,'' tegasnya.


Untuk itu, katanya, KNPI  mendesak pemerintah dan DPR agar benar-benar memperhatikan aspirasi yang berkembang di masyarakat di dalam memutuskan kebijakan terkait kenaikan BBM ini. Karena tanpa dukungan masyarakat kami mengkhawatirkan adanya instabilitas politik dan ekonomi yang mengkhawatirkan.

''Pemerintah dan DPR harus membangun komunikasi dan memperpendek jarak hubungannya dengan rakyat. Karena kami memandang, tanpa persetujuan rakyat sebuah kebijakan akan kehilangan makna, sebagai instrumen untuk membangun kesejahteraan rakyat itu sendiri,'' ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, DPP KNPI menyesalkan dan mengecam tindakan represif aparat kepada pengunjukrasa yang menyampaikan aspirasi penolakan BBM. Dalam ranah demokrasi saat ini, tidaklah patut aparat menggunakan cara-cara represif dalam menyikapi aksi demonstrasi.

''Bagaimanapun aksi demonstrasi adalah sebuah media bagi civil society untuk mengungkapkan aspirasinya. Maka penanganan yang civilized yang mengedepankan cara-cara preventif dan persuasif merupakan pilihan yang harus dilakukan oleh aparat keamanan,'' jelas TEN.

Untuk itu, KNPI mengimbau dan mengajak kelompok masyarakat yang mengungkapkan penolakannya dengan cara-cara yang civilized, yaitu aksi damai yang menjauhkan dari upaya-upaya yang memancing terjadinya situasi chaos.

''KNPI mengimbau dan mengajak seluruh komponen masyarakat untuk selalu menjaga situasi agar tetap kondusif. Sehingga penyampaian aspirasi tetap dalam koridor aksi damai dan memperkuat kehidupan demokrasi kita,'' pungkasnya.[dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Siswa Sekolah Rakyat akan Dilatih 1.000 Taruna Akmil

Minggu, 05 Juli 2026 | 18:21

Jokowi Pilih Lampung sebagai Awal Safari karena Tanah Tak Bertuan

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41

OTT Bupati Langkat Temukan 55 Keping Platinum Senilai Rp40 Miliar Lebih

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:16

Hampir 3.000 Orang Tewas, Venezuela Mulai Hentikan Operasi Pencarian Korban Gempa

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:07

Komedian Narji Bikin Khitanan Massal PSI Diserbu Anak-Anak

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:52

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Absen di Pemakaman Ayahnya

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:26

Sudah Ada Perpres, Pakar: Promosi LGBT di Medsos Bisa Berujung Pengadilan

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:13

PM Singapura Dijadwalkan Bertemu Presiden Prabowo Besok

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:08

Pemerintah Perkuat Literasi Siber Antisipasi Ancaman AI dan Hoaks

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:01

Daftar Lengkap 16 Negara yang Lolos ke Babak 16 Besar

Minggu, 05 Juli 2026 | 15:55

Selengkapnya