Berita

ilustrasi penyeberangan di merak--Bakaueheni/ist

Woi, BBM Belum Naik, Harga Komoditas dan Jasa Sudah Naik Nih!

KAMIS, 29 MARET 2012 | 09:54 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ekonom Dahnil Anzar Simanjuntak menilai saat ini yang terbaik untuk dilakukan pemerintah dan politisi serta publik pada umumnya adalah berbicara dan mencarikan solusi atas dampak dari kenaikan atau tidak ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Karena jadi atau tidak kenaikan harga BBM bersubsidi, saat ini dampak sosial ekonominya sudah hadir duluan karena panjangnya polemik wacana kenaikan harga BBM.

Inflasi alias penaikan harga-harga khususnya komoditas pangan sudah duluan naik, bahkan sebagian operator angkutan melakukan penaikan sepihak tarif angkutan seperti tarif kapal penyebrangan Merak-Bakaueheni.

"Jadi perdebatan hitungan-hitungan surplus harga jual mentah atau bertambahnya beban subsidi menjadi tidak mampu menahan efek tidak langsung yang merantai dari polemik penaikan BBM ini," ujar Ketua PP Pemuda Muhammadiyah bidang Pemberdayaan Petani, Buruh dan Nelayan ini kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Kamis, 29/3).

"Jadi dampaknya sudah hadir duluan dan memukul daya beli masyarakat jadi atau tidak penaikan BBM tersebut. Bahkan walaupun penaikan BBM dibatalkan misalnya dampak sosial ekonomi khususnya pukulan inflasi sudah menghajar daya beli masyarakat. Maka saran saya pemerintah harus mulai bicara dampak," demikian Dahnil. [zul]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya