Berita

syahganda naionggolan/ist

Syahganda Nainggolan: Masyarakat Sudah Tidak Percaya SBY

RABU, 28 MARET 2012 | 14:51 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Penolakan rakyat dan mahasiswa atas rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bukan hanya terkait masalah utak-atik anggaran negara.  Tapi penolakan itu karena rendahnya kepercayaan masyarakat kepada Presiden SBY.

Demikian disampaikan Direktur Lembaga Kajian Sabang Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan dalam simposium "Meretas Kejayaan Indonesia: Menuju Kesejahteraan Rakyat" yang digelar Kaukus Muda Indonesia (KMI) di Gedung Jakarta Media Center (JMC) Jakarta, Rabu, (28/3).

Berbagai prestasi yang dicatat SBY dalam angka-angka, khususnya di bidang kesejahteraan rakyat, hanya bersifat fenomena saja. Karena secara nyata, rakyat kebanyakan belum menikmati hasil pembangunan selama kepemimpinan SBY.

"Strategi pro growth, pro poor dan pro job hanya jargon saja. Faktanya kesulitan semakin merajalela di mana-mana," ungkap kandidat doktor Universitas Indonesia ini.

Dalam kesempatan yang sama, Syahganda juga menyayangkan pertemuan SBY dengan Presiden Republik Rakyat China, Hu Jintao, yang tidak mempertegas perlunya peninjauan ulang atas kontrak Gas Tangguh dan peninjauan kembali pos 228 tarif dalam Asean-China Free Trade Area (ACFTA). Hal itu menunjukkan SBY kurang bersungguh-sungguh dalam melindungi industri dalam negeri yang sudah tidak mampu bersaing lagi.

Selain Syahahda, juga turut hadir sebagai pembincara Ketua Umum KNPI Taufan EN Rotorasiko. Selain keduanya, juga akan hadir dalam simposium yang digelar KMI itu Ketua KPK Abraham Samad, Ketua DPP PAN Bima Arya Sugiarta, anggota Komisi XI DPR dari PDI Perjuangan Arief Budimanta, Koordinaotr ICW Danang W, anggota Komisi III DPR dari PAN Taslim Chaniago dan anggota Komisi III dari Demokrat Ruhut Sitompul. [zul]


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Gus Lilur Laporkan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:20

Ledakan Besar Guncang Pasar Cimanggis-Ciputat, 2 Orang Dikabarkan Tewas

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:00

Danantara Minta Maaf dan Ambil Alih PLN Batam Usai Listrik Padam

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:36

Pemerintah Diminta Gencar Sosialisasikan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Papua

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:08

Ijazah Keluarga Jokowi itu Terus Melahirkan Masalah Bangsa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:54

GoTo Gelar RUPSLB, Restui Pembatalan Saham Tresuri dan Perombakan Direksi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:26

Terdakwa Pemerasan Bangun Paulus Dijemput Paksa di Tempat Hiburan, Alasan Mangkir Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:17

Kaya Omega-3, Bumi Wijaya Pilih Ikan Sidat untuk Gizidat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:07

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Imigrasi, Pencegahan TPPO jadi Perhatian

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Langkah Pemulihan Layanan BBM di Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:52

Selengkapnya