Berita

Toni Markos: Gamawan Fauzi Ikut Tanda Tangan Tolak Kenaikan Harga BBM Tahun 2005

RABU, 28 MARET 2012 | 14:31 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pengakuan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi bahwa dirinya tidak menandatangani surat penolakan rencana pemeintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) pada tahun 2005 lalu saat menjabat gubenur Sumatera Barat disangkal.

"(Dia) tanda tangan ketika itu. Ya dia ikut (tanda tangan)," ungkap Ketua Umum DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumatera Barat 2004-2006, Toni Markos kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 28/3).

Dia mengungkapkan, pada Kamis 29 September 2005, semua ormas kepemudaan yang ada di Padang menolak rencana kenaikan harga BBM yang akan diberlakukan pemerintah per 1 Oktober 2005. Selaim IMM, ormas pemuda yang ikut demo saat itu adalah, antara lain, HMI, KAMMI, BEM Unand, dan BEM IAIN. "Banyak waktu itu. Organisasi ekstra dan intra kampus waktu itu demo bareng," jelasnya.

Setelah ditandatangani bersama termasuk, Gamawan Fauzi, surat itu kemudian dikirim ke Presiden SBY lewat fax. "Presiden BEM Unand ketika itu yang fax," tandasnya.

Sebelumnya, Gamawan menyangkal bahwa dirinya ikut menandatangani surat penolakan kenaikan harga BBM.

"​Saya hanya menerima pendemo tolak BBM dengan Ketua DPRD dan mereka minta kami mengetahui saja tuntutan mereka itu," ujar Gamawan Fauzi lewat pesan singkat kepada Rakyat Merdeka Online siang ini (Rabu, 28/3). [zul]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya