Berita

ilustrasi

DEMO BBM

Tangani Aksi dengan Cara Abal-abal, Kapolda Metro Jaya Harus Dievaluasi!

SELASA, 27 MARET 2012 | 20:06 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Indonesia Police Watch (IPW) mengecam keras aksi represif Polri dalam mengendalikan aksi demo mahasiswa  menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Gambir, Jakarta Pusat, sore tadi (Selasa, 27/3). Terpantau di lapangan, Polri sangat tidak profesional dan cenderung memprovokasi mahasiswa.

"Berkaitan dengan itu IPW sudah menyampaikan protes kepada Kapolri Jenderal Timur Pradopo dan meminta Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Untung S Rajab segera dievaluasi," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam keterangan resminya kepada redaksi sesaat lalu (Selasa, 27/3).

Dikatakan dia, dalam mengatasi aksi demo, aparat di lapangan tidak dilengkapi water canon yang memadai. Akibatnya, aparat lebih mengedepankan gas air mata berapi dan peluru karet, sehingga mahasiswa menjadi terprovokasi untuk melempari polisi dengan batu.


Sementara itu, lanjut dia, water canon yang dikerahkan Polda Metro Jaya adalah water canon abal-abal dengan daya "tembakan air" hanya dua hingga tiga meter dengan tekanan rendah. Mahasiswa yang disemprot bukannya mundur, mereka malah seperti main air mancur.

"Gaya penanganan aksi massa yang abal-abal ini harus segera dievaluasi, baik oleh Kapolri, DPR maupun Menko Polhukam. Jika cara-cara ini dibiarkan, akan banyak korban berjantuhan karena polisi di lapangan lebih mengandalkan sikap represif dan bukan persuasif," demikian Neta.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya