ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
RMOL.Banyaknya bakteri yang berkembang di tubuh manusia ternyata tidak semuanya merugikan. Ada beberapa bakteri yang sangat dianjurkan guna melindungi manusia sejak bayi hingga tumbuh dewasa.
Probiotik merupakan salah satu dari bakteri yang dalam tubuh yang mampu memberikan imun (kekebalan) maupun dalam proses pencernaan. Jenis bakteri yang diproduksi alami di dalam tubuh ini sangat berperan dalam meningkatkan imunitas tubuh.
Dokter ahli dalam bidang penceranaan dan alergi dari Universitas Turku, Finlandia, Erika Isolauri, MD, D.Med. Sci mengemukakan, fungsi utama probiotik adalah untuk melawan alergi, asma, diare dan eksim pada bayi yang baru lahir.
Gejala eksim ini ditandai konÂdisi kulit bayi yang gatal akut, sehingga kulitnya menjadi meÂmerah dan pada akhirnya meÂngelupas.
“Untuk itu, probiotik sangat diperlukan untuk melindungi bayi dari segala infeksi kuman, bahkan sejak ia dalam kanÂduÂngan,†kata dr. Isolauri dalam konÂferensi pers yang digelar Nestle Nutrition Institute di JaÂkarta, Selasa (13/3).
Erika juga mengungkapkan, penelitian terbaru menunjukkan bahwa mikrobiota usus berperan dalam pengaturan berat badan dan metabolisme energi.
Asupan probiotik yang seimÂbang mampu mencegah kenaikan berat badan yang berlebihan hingga usia empat tahun. Ini berarti, probiotik menyehatkan keseimÂbangan mikrobiota usus sejak dini.
“Probiotik mampu menjadi cara ampuh dalam mengontrol keÂnaikan berat badan yang berleÂbihan. Keseimbangan berat baÂdan ternyata sangat berpengaruh bagi keseimbangan mikrobiota yang ada dalam usus untuk meÂngontrol obesitas pada anak di bawah usia lima tahun,†kata Isolauri.
Populasi mikrobiota di dalam usus bayi dipengaruhi oleh faktor genetik, cara persalinan, lingkuÂngan saat kelahiran dan pola atau kebiasaan pemberian makanan.
“Intervensi probiotik yang terdokumentasi dengan jelas mampu mencegah dan mengobati infeksi diare akut,†tuturnya.
Tak hanya itu, menurut Erika, probiotik juga sangat berperan dalam normalisasi peningkatan permeabilitas usus, menyeÂimÂbangkan populasi bakteri baik dalam usus, meningkatkan fungsi imun usus serta meredakan resÂpon inflamasi usus. Untuk itu, probiotik sangat dibutuhkan oleh ibu selama masa kehamilan maupun meÂnyusui, karena miÂkroÂbiota usus berfungsi membantu bayi dalam mengembangkan sistem kekebalan tubuh setelah dilahirkan.
“Bayi bisa mendapatkan proÂbiotik dari ibunya selama masa kehamilan dan lewat ASI. Itulah sebabnya mengapa ASI bagus untuk memperkuat sistem imun bayi,†jelasnya.
Seorang ibu yang mengonÂsumsi probiotik selama masa kehamilan dan menyusui akan merangsang tubuhnya untuk memproduksi sistem kekebalan tubuh immunoflobulin A yang akan ditransfer ke bayi melalui darah atau pun ASI.
Dr. Isolauri pun mengimbau, agar probotik dalam tubuh harus terus ditingkatkan dengan meÂngonsumsi buah dan sayuran yang mengandung prebiotik (oligosaÂkarida) tempat hidup dan berkemÂbang biaknya probiotik, seperti gandum, bawang merah, bawang putih, pisang, brokoli dan minuman yang mengandung probiotik.
Selain itu, susu ibu hamil dan menyusui yang mengandung probiotik. Namun, yoghurt yang selama ini banyak dikenal sebaÂgai minuman probiotik ternyata tidak sepenuhnya benar. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00
Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42
Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28
Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26