Berita

Kementerian Perhu­bu­ngan (Kemenhub)

Bisnis

SNI Konverter Kit Masih Digodok BSN

Mau Konversikan BBM ke BBG
MINGGU, 25 MARET 2012 | 08:20 WIB

RMOL.Rencana kenaikan harga ba­han bakar minyak (BBM) tid­ak menghentikan niat pe­me­rintah melakukan konversi ke gas. Kementerian Perhu­bu­ngan (Kemenhub) pun menar­getkan pelaksanaannya dimu­lai tahun ini.

Menteri Perhubungan EE Ma­ngindaan mengatakan, salah satu yang ditempuh oleh pe­merintah untuk merea­li­sasikan kebijakan itu adalah de­ngan penggunaan konverter kit pada angkutan umum yang akan dilakukan Juni atau Juli 2012.

Mangindaan juga menga­taan, saat ini sedang mela­kukan pembangunan infra­struk­tur stasiun pengisian ba­han bakar gas (SPBG). Pa­salnya, pelaksanaan konversi itu baru bisa berjalan jika in­frastrukturnya seperti SPBG sudah siap semua.

Karena itu, pemerintah terus mengebut pembangunan infra­struk­tur di berbagai daerah untuk mendukung konversi dari BBM kepada gas.

Menurut politisi asal Partai Demokrat itu, jangan sampai kendaraan penggunan gas kesulitan mengisi gasnya jika keluar kota.

“Jangan sampai di sini pakai kon­verter di sana tidak ada SPBG-nya. Itu harus kita siner­gikan semua, pada dasarnya Pertamina siap,” pungkasnya.

Direktur Utama Pertamina Gas Gunung Sardjono Hadi mengaku kesulitan untuk mem­bangun infrastruktur BBG terutama untuk pembangunan stasiun induk (mother station) dan stasiun cabang (daughter station). Kendala utamanya adalah masalah perizinan.

Menurut dia, pembangunan kedua stasiun itu butuh lokasi yang strategis atau ditengah kota. Karena itu, pem­ba­ngu­nan­nya harus seizin Pe­me­rintah Provinsi DKI Jakarta agar tidak menabrak aturan ruang hijau.

Selain itu, untuk merangsang pembangunan infrastruktur gas, harga gas juga harus dinaikkan menjadi Rp 4.100 dari sebelumnya Rp 3.100.

Kepala Badan Standar­di­sasi Nasional (BSN) Bam­bang Se­tiadi mengatakan, pi­hak­nya hingga saat ini belum membuat Standar Nasional Indo­nesia (SNI) untuk konverter kit.

Bambang mengatakan, pi­hak­nya baru menerima surat per­mintaan pembuatan SNI untuk konverter kit dari Kementerian Perindustrian sebulan lalu. “Buat SNI-nya bisa cepat karena su­dah ada standar inter­na­sional, tinggal berpatokan dengan itu saja,” katanya. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya