Berita

suhardi

Gerindra Tak Persoalkan Kebiasan Ahok Lompat Pagar

SABTU, 24 MARET 2012 | 10:25 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Basuki T. Purnama pernah menjabat di eksekutif, sebagai Bupati Belitung Timur dan legislatif, sebagai anggota DPRD Belitung Timur dan DPR RI. Dari semua jabatan itu, calon wakil gubernur DKI Jakarta yang akrab disapa Ahok ini tidak pernah sampai di akhir masa jabatan. Ia selalu "lompat pagar".

Ketua Umum DPP Partai Gerindra Suhardi tidak mempermaslahkan andai saja Ahok kembali tidak menuntaskan masa jabatannnya bila terpilih sebagai orang nomor dua di Jakarta. Ahok didukung oleh Gerindra.

"Kalau seseorang di tengah jabatan, ada kesempatan dia bisa berbuat lebih banyak, dan dia punya kemampuan lebih dari itu, menurut saya itu tidak dosa," jelasnya kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Sabtu, 24/3).

Apa yang dialami oleh Ahok itu juga dialami Suhardi meski dalam jabatan yang berbeda. Suhardi hanya menjabat 7 bulan sebagai Dirjen Kehutanan, dan dua bulan sebagai Dekan Fakultas Kehutanan di UGM.

"Kalau memang pantas, kemampuannya lebih dan itu dikehendaki, logikanya tidak boleh dianggap satu kesalahan. Karena pada dasarnya, orang yang berpesatasi itu kadang-kadang ada loncatan yang dikehendaki oleh rakyat untuk berbuat lebuh luas dan lebih banyak. Itu analisa saya," ujarnya.

Karena itu, Gurubesar Ilmu Kehutanan UGM ini mengakui tidak ada perjanjian saat memutuskan mendukung Ahok agar yang bersangkutan tidak lari dari jabatan wagub hingga akhir masa jabatan tahun 2017, andai terpilih Juli mendatang.

"Ya kalau di dalam perjanjian, tidak ada kontrak semacam itu ya. Kalau misalnya dia diminta jadi menteri, gimana? Jadikan tergantung dikehendaki dan tidak menyalahi aturan," tandasnya.

Ahok menjabat anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur selama 7 bulan (2004-2005); Bupati Belitung Timur selama 4 tahun (2005-2009). Pada tahun 2007, Ahok maju sebagai calon Gubernur Provinsi Babel, namun tidak menang. Tahun 2009, Ahok terpilih menjadi anggota DPR dari Fraksi Golkar. Tahun ini, Ahok maju sebagai cawagub Jakarta dan meninggalkan kursi DPR. [zul]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya