ilustrasi, tol
ilustrasi, tol
RMOL.Akibat belum mendapatkan persetujuan pinjaman dari China, proyek yang dicanangkan KeÂmenÂterian Pekerjaan Umum (PU) terÂkait proses kontruksi tiga proÂyek infrastruktur yang semula ditargetkan awal Maret, terpaksa ditunda. Pinjaman tersebut menÂcapai 330 juta dolar AS.
Ketiga proyek infrastruktur yang dibiayai dari dana pinjaman China tersebut, yaitu ruas tol Medan-KuaÂlanamu dengan nilai pinjaman 137 juta dolar AS. Lalu ruas jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawu (CiÂsumdawu) sebesar 100 juta dolar AS dan pemÂbangunan jembatan Sei Tayan di KalimanÂtan senilai 93 juta dolar AS.
Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri KeÂmenÂteÂrian Pekerjaan Umum (PU) TauÂfik Widjayanto mengaÂtakan, saat ini pihaknya masih meÂnungÂgu proses persetujuan pinÂjaman dari China.
Ini lantaran pihak China Exim Bank yang merupakan perÂwaÂkilan dari Pemerintah China maÂsih meminta berbagai macam kelengkapan dokumen terkait proÂyek maupun anggaran seÂbelum memberikan persetujuan.
“Target kami sebetulnya bulan ini bisa mulai pengerjaan konsÂtruksi, tapi masih ada dokumen yang diminta. KelengÂkaÂpanÂnya sudah sampai di China Exim Bank, kami tinggal meÂnunggu. Mudah-mudahan bisa seÂgera disetujui,†kata Taufik di Jakarta.
Menurut Taufik, jika China telah memberi persetujuan pemÂberian pinjaman, maka proses pembangunan konstruksi itu daÂpat segera dilaksanakan tanpa harus melalui prosedur ke KeÂmenterian Keuangan lagi.
Dirjen Bina Marga KemenÂteÂrian PU Djoko Murjanto meÂnamÂbahkan, proses konstruksi tiga proyek tersebut masih belum daÂpat dilaksanakan hingga saat ini. Menurutnya, hal ini terjadi kaÂrena pinjaman dari Pemerintah China berbeda dari negara lainnya,
“Mereka terlebih dahulu harus menentukan siapa pemenang konÂtrak yang ditawarkan. Setelah peÂmenang didapat, barulah berÂlanjut ke penandatanganan pinÂjaman, yang dilanjutkan dengan proses konstruksi,†ungkapnya.
Sebelumnya, pemerintah telah menyatakan kontraktor BUMN Hutama Kaya sebagai pemenang dan bekerja sama dengan dua konÂtraktor China CHEC CSEC menggarap proyek tol Medan-Kualanamu. Nilai investasi untuk proyek ini 152,22 juta dolar AS, di mana 137 juta dolar AS berasal dari pinjaman China dan 15,22 juta dolar AS berasal dari APBN.
Proses konstruksi Medan-Kualanamu diperkirakan meÂmakan waktu 24 bulan, diharapÂkan proses pengerjaan fisiknya selesai akhir pertengahan 2014.
Sementara Shanghai Corp berÂsama dua kontraktor BUMN, yaitu PT Wijaka Karya dan PT WasÂkita Karya memenangkan proyek jalan tol Cilenyi-SuÂmeÂdang-Dawu (Cisumdawu) tahap I yang mendapatkan pinjaÂman 100 juta dolar AS dengan dana pendamping APBN 11,11 juta dolar AS. Waktu pengerjaan proÂyek ini sekitar 18 bulan dan diÂhaÂrapkan proses pengerjaan fisikÂnya rampung di akhir 2013. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00
Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42
Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28
Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26