Berita

din syamsuddin/ist

Din Syamsuddin Heran Kenapa Saat SBY Mentamben, UU Migas yang Pro Asing Lolos di DPR

JUMAT, 23 MARET 2012 | 16:54 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin menilai, pengelolaan minyak dan gas di Tanah Air sangat merugikan bangsa Indonesia. Hal ini disebabkan, pengelolaan dikuasai oleh asing.

"Undang-undang Migas kita 89 persen memberikan kewenangan penuh pengelolaan Migas kepada asing. Ini sangat merugikan bangsa Indonesia," jelas Din dalam ceramah Koordinasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Jabar, DKI Jakarta, dan Banten, di Cirebon, Jumat (23/3).

Menurut Din, UU 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang sekarang dipakai, dulu pernah diajukan ke DPR. Tapi saat Menteri Pertambangan dan Energi dijabat Susilo Bambang Yudhoyono (sekarang presiden RI), UU tersebut diajukan lagi tanpa ada perubahan, dan akhirnya diterima.

"DPR tahu (saat itu) bahwa UU Migas tersebut sangat merugikan. Saya tidak tahu, saat Mentaben dijabat SBY, kok lolos undang-undang tersebut," jelas Din.

Atas dasar itulah, kata Din, PP Muhammadiyah sedang menyiapkan uji materi UU Migas ke MK, agar pengelolaan migas benar-benar untuk kesejahteraan rakyat.

"Nanti tanggal 27 Maret, kita ajukan resmi uji materi ke MK. Mohon doanya agar upaya positif ini berhasil," papar Din.

Ia menambahkan, UU Migas  sekarang disusun dan dibuat oleh Amerika Serikat. "Ini jelas sangat menghina kedaulatan bangsa kita," pungkasnya. [zul]


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Gus Lilur Laporkan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:20

Ledakan Besar Guncang Pasar Cimanggis-Ciputat, 2 Orang Dikabarkan Tewas

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:00

Danantara Minta Maaf dan Ambil Alih PLN Batam Usai Listrik Padam

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:36

Pemerintah Diminta Gencar Sosialisasikan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Papua

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:08

Ijazah Keluarga Jokowi itu Terus Melahirkan Masalah Bangsa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:54

GoTo Gelar RUPSLB, Restui Pembatalan Saham Tresuri dan Perombakan Direksi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:26

Terdakwa Pemerasan Bangun Paulus Dijemput Paksa di Tempat Hiburan, Alasan Mangkir Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:17

Kaya Omega-3, Bumi Wijaya Pilih Ikan Sidat untuk Gizidat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:07

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Imigrasi, Pencegahan TPPO jadi Perhatian

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Langkah Pemulihan Layanan BBM di Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:52

Selengkapnya