ilustrasi
ilustrasi
RMOL. PT PLN (Persero) siap meÂmaÂsok listrik sebesar 70 Mega Watt (MW) untuk memenuhi keÂbuÂtuhan energi operasional smelÂter industri nikel milik PT BoÂsowa Metal Industri (BMI) di Kabupaten Jeneponto, SuÂlawesi Selatan.
Perjanjian jual beli ini ditanda tangani Direktur Utama PLN Nur Pamudji dengan Dirut PT BMI Munafri Arifuddin disakÂsiÂkan Presiden Direktur Bosowa Group Erwin Aksa di Kantor PLN Pusat, kemarin.
Menurut Pamudji, BMI akan dilaÂyani sebagai pelanggan preÂmium dengan layanan khusus. SeÂbagai pelanggan premium, peÂkerjaan konstruksi penyamÂbungan akan mendapat prioritas dan kebutuhan listrik untuk opeÂrasional smelter industri nikel ini akan dilayani dengan layaÂnan khusus yang menjamin kualitas keandalan pasokan.
PLN terlebih dahulu akan meÂÂlakukan kajian menyeluruh terÂkait pemakaian listrik terkini pada sistem kelistrikan SulaÂwesi Selatan dan Sulawesi BaÂrat, sifat beban smelter yang speÂÂsifik dan hal-hal teknis lainnya.
Direktur Perencanaan dan Manajemen Risiko PLN MurÂtaqi Syamsuddin mengungkapÂkan, PLN sanggup memenuhi paÂsokan listrik sebesar 70 MW untuk kebutuhan smelter nikel milik PT BMI yang akan diÂrealisasikan pada 2014.
“Dalam hitung-hitungan PLN, pasokan listrik pada sisÂtem keÂlistrikan Sulawesi SeÂlatan pada 2014 nanti akan memÂperoleh tambahan pasokan lebih 500 MW yang berasal dari beÂberapa pembangkit baru yang akan segera beroperasi, seperti PLTU Barru, PLTU Poso, PLTU Jeneponto dan PLTU SengÂkang.†Kata Murtaqi.
Presiden Direktur PT BoÂsowa Group Erwin Aksa meÂnyatakan, pembangunan smelter industri nikel ini merupakan komitmen dari Bosowa untuk memberikan nilai tambah bagi barang-barang hasil tambang dan ini sejalan dengan kebijakan yang telah digariskan pemerintah.
“Pengoperasian smelter nikel menyedot listrik yang sangat besar. Untuk itu, dengan adaÂnya kepastian dan kesangÂguÂpan dari PLN untuk memenuhi paÂsokan listrik yang dibutuhkan bagi peÂngoperasian ini, maka seÂmakin memperkuat keperÂcaÂyaan kami untuk secepatnya daÂpat meÂnyeÂlesaikan pembaÂnguÂnan smelter ini,“ kata Erwin.
Smelter industri nikel PT BMI dibangun di atas lahan seluas 50 hektar dan diperÂkirakan akan mampu memproÂduksi 10.000 ton nikel per taÂhunÂnya dan 5000 ton ferronikel per tahunnya. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00
Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42
Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28
Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26