ilustrasi, petani garam
ilustrasi, petani garam
RMOL. Menteri Kelautan dan PerÂikaÂnan Sharif Cicip Sutardjo meÂnyaÂtakan stok garam dalam negeri masih cukup melimpah.
“Dari hasil awal ditemukan stok garam di masyarakat dan peÂngumÂpul sekitar 234 ribu ton, khuÂsusÂnya di tujuh sentra garam yang menÂÂjadi dasar menentukan keÂbutuhan garam nasional,†kata Cicip.
Menurutnya, selama dua pekan terakhir telah dilakukan verifikasi stok garam oleh Tim SwasemÂbaÂda Garam Nasional yang dikoorÂdiÂnasikan Kementerian KoorÂdiÂnator Perekonomian dengan meÂlibatkan Kementerian PerÂindusÂtrian, Kementerian Perdagangan, KeÂmenterian Kelautan dan Perikanan, Bappenas, BakoÂsurÂtanal serta BPS.
Hasil verifikasi tersebut terÂungkap pada pertengahan bulanÂnya Maret Pulau Garam (MaÂdura) masih memiliki stok garam yang cukup melimpah dari hasil panen tahun lalu. Saat ini stok yang diÂmiliki para petani garam di MaÂdura sebesar 234 ribu ton.
Atas dasar itulah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memfasilitasi penyerapan 234 ribu ton garam, setelah tim terÂpadu lintas kementerian melaÂkukan verifikasi data jumlah stok garam yang terdapat di petambak. Upaya memfasilitasi tersebut dimaksudkan agar garam dapat dibeli perusahaan produsen.
Beberapa perusahaan swasta membeli garam sisa produksi petani garam rakyat pada 2011 di tiga provinsi, sebagaimana yang diharapkan KKP. Sebanyak 30 ribu ton garam di Kabupaten Sumenep dan 8 ribu ton garam juga akan dibeli dari para petamÂbak di Kabupaten Sampang. SeÂdangkan15 ribu ton akan dibeli dari Kabupaten Pamekasan.
Keseriusan KKP memacu proÂduksi garam dibuktikan dengan proÂgram Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (Pugar) yang dilaksanakan di 40 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.
Total lahan garam di 40 kaÂbupaten/kota tersebut 19.822 hektar, sedangkan luas lahan unÂtuk pemanfaatan Pugar sebesar 9.116,57 hektar. Melalui program Pugar, KKP menargetkan mampu meningkatkan produktivitas gaÂram petani dari 50 ton menjadi 80 ton per hektar.
Dalam hal ini, KKP menarÂgetkan produksi garam konsumsi 2012 mencapai 1,3 juta ton garam rakyat melalui dukungan Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) dan Non BLM sebesar Rp 107,6 miliar di atas lahan seluas 16.500 hektar yang melibatkan 29.000 petambak garam yang tergabung dalam 3.035 kelompok usaha.
Jika produksi ini tercapai, diharapkan garam ini menjadi bahan baku garam konsumsi taÂhun 2013, sehingga tahun depan tidak perlu lagi impor garam konsumsi.
Sebelum program Pugar diÂmulai tahun 2011, harga garam di petambak berkisar Rp 150-300 per kilogram. Sementara pada peÂkan lalu, hasil observasi lapangan Tim Swasembada Garam NaÂsional menunjukkan harga meÂningÂkat menjadi Rp 450-700 per kilogram.
Pada 2011, anggaran Pugar diperunÂtukkan bagi pengemÂÂbangan 40 kabupaten/kota deÂngan sembilan sentra usaha gaÂram. Sembilan sentra garam itu adaÂlah Kabupaten Cirebon dan IndraÂmaÂyu (Jawa Barat), RemÂbang dan Pati (Jawa Tengah), Tuban, PaÂmekasan, Sampang, dan Sumenep (Jawa Timur), serta Kabupaten Nagekeo (NTT). [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00
Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42
Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28
Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26