Berita

syahganda naionggolan/ist

Selain Kutu Loncat, Ahok Sukar Diterima Karena Berasal dari Kelompok Minoritas

SENIN, 19 MARET 2012 | 16:26 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

PDI Perjuangan dan Partai Gerindra sebaiknya berpikir ulang bila akan menyandingkan Basuki Tjahaja Purnama sebagai calon wakil gubernur mendampingi Joko Widodo pada pemilihan Gubernur DKI Jakarta.

"Kan dia partainya pindah-pindah. Terus (dia) minoritas," ujar pengamat politik Syahganda Nainggolan kepada Rakyat Merdeka Online (Senin, 19/3).

Mantan Bupati Belitong Timur yang akrab siapa Ahok itu saat ini adalah anggota Komisi II DPR dari Fraksi Golkar. Sebelumnya, pada tahun 2004, dia menjadi anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur periode 2004-2009 dari Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PPIB).

Menurut Syahganda, pemilih, meski masyarakat Jakarta, tetap menjadikan isu kesukuan, terutama keagamaan menjadi alasan memilih calon. "Penting juga. Namanya juga manusia," jelasnya. Ahok yang merupakan etnis Thionghoa ini beragama Kristen Protestan.

Karena itu menurut Syahganda, lebih baik Jokowi disandingkan dengan Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon. "Kesannya serius, anak muda, Islam, dan lain-lain," ujar Syahganda mengenai kelebihan Fadli.

Cyrus Network pada Maret 2011 lalu merilis survei, bahwa 70,5 persen pemilih Jakarta melihat penting melihat latar belakang agama cagub dan cawagub. Hanya 28,0 persen yang menganggapnya tidak penting. Sedangkan 1,5 persen mengaku tidak tahu. [zul]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya