ilustrasi, Yaris
ilustrasi, Yaris
RMOL.Sekalipun pangsa pasar Yaris tergolong tinggi, pabrikan Toyota masih mempertimbangkan untuk merakit mobil city car ini dalam bentuk completely knock down (CKD) di Indonesia.
Volume penjualan Yaris bisa dibilang terus meningkat. TaÂhun lalu, mobil city car ini cuma meÂraih pangsa pasar 26 persen. Pada Januari dan FeÂbruari 2012, Yaris berhasil meraih pangsa pasar 44 persen.
Seperti diketahui, suplai hatchÂback Yaris masih meÂnganÂdalkan pabrik Toyota di Thailand. KaÂrena itu, PT ToÂyota Astra Motor (TAM) diÂkaÂÂÂbarÂkan sedang meÂmiÂkirÂkan untuk meÂrakitnya di Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Vice President Director TAM HideÂyuki Imai mengatakan, keÂmungÂÂkinan untuk CKD yaÂris pasti ada. Untuk mewuÂjudkanÂnya, ada beÂberapa biÂaya yang perlu diÂperÂtimÂbangÂkan dan niÂlai invesÂtasi yang haÂÂrus diÂkeÂluarkan.
“Ini urusan product planÂning, saya tidak bisa bicara banyak. Yang jelas, kami akan produksi sebuah mobil di neÂgara yang penjualan produknya eksis,†ucap Imai.
Total pasar ritel hatchback ToÂyota pada dua bulan pertama (Januari dan FeÂbruari) 2012 turun 6,4 persen menjadi 13.954 unit diÂbanding periode yang sama tahun 2011 yang cuma menÂcatat 14.924 unit.
Penurunan ini terjadi karena banjir banÂdang Thailand yang mengÂgangÂgu pasokan mobil ToÂyota ke IndoÂnesia. Penjualan unÂtuk segmen hatchÂback meÂdium pada Januari-FebÂruari 2012 juga turun sebesar 19,1 persen dari 10.216 unit menjadi 8.259 unit.
“Kami harus akui, dampak banjir Thailand yang terjadi Oktober lalu mengganggu voÂlume penÂjualan Toyota. NÂaÂmun, saat ini sudah berÂangsur memÂbaik. BeÂberapa bulan ke depan bakal staÂbil,†kata DiÂrektur MarÂketing TAM Joko Trisanyoto saat melunÂcurkan New Yaris di GanÂdaria City, JaÂkarta, Rabu (14/3).
Sebelumnya, TAM menarÂgetÂkan penjualan wholesales, peÂngiriman dari agen pemegang merek ke dealer, pada Februari 2012 naik menjadi 30 ribu unit dibandingkan realisasi Januari sebanyak 29.189 unit.
Sedangkan Toyota Motor CorÂporation (TMC) menargetkan penÂjualan kendaraan bermotor asal Jepang di seluruh dunia tumÂÂbuh 20 persen menjadi 9,58 juta unit dari realisasi tahun lalu seÂbanyak 7,96 juta unit.
Juru bicara Toyota Amiko ToÂmita mengatakan, pertumÂbuhan tersebut diharapkan mamÂpu meÂngejar defisit penjualan pada taÂhun lalu akibat dampak tsuÂnami di Jepang dan banjir Thailand.
Toyota diharapkan bisa memÂÂbeÂrikan kontribusi 8,58 juta unit, Daihatsu dipatok terjual 850.000 unit dan truk Hino 150.000 unit. Daihatsu dan HiÂno adalah dua merek yang diÂunggulkan Toyota. “KaÂmi juga membidik pasar China, India, BraÂsil, Thailand, dan IndoÂnesia,†kata Tomita. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02
Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00
Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42
Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28
Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26