Berita

ilustrasi, Yaris

Bisnis

Toyota Belum Tertarik Rakit Yaris di Indonesia

Meski Laris Manis di Tanah
SENIN, 19 MARET 2012 | 08:11 WIB

RMOL.Sekalipun pangsa pasar Yaris tergolong tinggi, pabrikan Toyota masih mempertimbangkan untuk merakit mobil city car ini dalam bentuk completely knock down (CKD) di Indonesia.

Volume penjualan Yaris bisa dibilang terus meningkat. Ta­hun lalu, mobil city car ini cuma me­raih pangsa pasar 26 persen. Pada Januari dan Fe­bruari 2012, Yaris berhasil meraih pangsa pasar 44 persen.

Seperti diketahui, suplai hatch­back Yaris masih me­ngan­dalkan pabrik Toyota di Thailand. Ka­rena itu, PT To­yota Astra Motor (TAM) di­ka­­­bar­kan sedang me­mi­kir­kan  untuk me­rakitnya di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Vice President Director TAM Hide­yuki Imai mengatakan, ke­mung­­kinan untuk CKD ya­ris pasti ada. Untuk mewu­judkan­nya, ada be­berapa bi­aya yang perlu di­per­tim­bang­kan dan ni­lai inves­tasi yang ha­­rus di­ke­luarkan.

“Ini urusan product plan­ning, saya tidak bisa bicara banyak. Yang jelas,  kami akan produksi sebuah mobil di ne­gara yang penjualan produknya eksis,” ucap Imai.

Total pasar ritel hatchback To­yota pada dua bulan pertama (Januari dan Fe­bruari) 2012 turun 6,4 persen menjadi 13.954 unit di­banding periode yang sama tahun 2011 yang cuma men­catat  14.924 unit.

Penurunan ini terjadi karena  banjir ban­dang Thailand yang meng­gang­gu pasokan mobil To­yota ke Indo­nesia. Penjualan un­tuk segmen hatch­back me­dium pada Januari-Feb­ruari 2012 juga turun sebesar 19,1 persen dari 10.216 unit menjadi 8.259 unit.

“Kami harus akui, dampak banjir Thailand yang terjadi Oktober lalu mengganggu vo­lume pen­jualan Toyota. N­a­mun, saat ini sudah ber­angsur mem­baik. Be­berapa bulan ke depan bakal sta­bil,” kata Di­rektur Mar­keting TAM Joko Trisanyoto saat melun­curkan New Yaris di Gan­daria City, Ja­karta, Rabu (14/3).

Sebelumnya, TAM menar­get­kan penjualan wholesales, pe­ngiriman dari agen pemegang merek ke dealer, pada Februari 2012 naik menjadi 30 ribu unit dibandingkan realisasi Januari sebanyak 29.189 unit.

Sedangkan Toyota Motor Cor­poration (TMC) menargetkan pen­jualan kendaraan bermotor asal Jepang di seluruh dunia tum­­buh 20 persen  menjadi 9,58 juta unit dari realisasi tahun lalu se­banyak 7,96 juta unit.

Juru bicara Toyota Amiko To­mita mengatakan, pertum­buhan tersebut diharapkan mam­pu me­ngejar defisit penjualan pada ta­hun lalu akibat dampak tsu­nami di Jepang dan banjir Thailand.

Toyota diharapkan bisa mem­­be­rikan kontribusi 8,58 juta unit, Daihatsu dipatok terjual 850.000 unit dan truk Hino 150.000 unit. Daihatsu dan Hi­no adalah dua merek yang di­unggulkan Toyota. “Ka­mi juga membidik pasar China, India, Bra­sil, Thailand, dan Indo­nesia,” kata Tomita. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya