Berita

ilustrasi

HARGA BBM NAIK

Pemuda Muhammadiyah: DPR Jangan Cuci Tangan!

MINGGU, 18 MARET 2012 | 13:08 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah mendesak DPR untuk ikut bertanggung jawab terkait rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Sebagai wakil rakyat, sudah semestinya DPR berdiri di barisan terdepan membela kepentingan rakyat, yang bakal merasakan dampak langsung dari kenaikan harga BBM itu.

Menurut Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Saleh P. Daulay, dalam konteks kenaikan harga BBM, setidaknya ada tiga hal yang harus dilakukan DPR. Pertama, DPR berusaha semaksimal mungkin menghindari kemungkinan kenaikan BBM. Dengan fungsi budgeting-nya, DPR adalah lembaga yang semestinya mengetahui perlu tidaknya kenaikan harga BBM. DPR pula yang paling tahu kemana saja dana APBN dialokasikan.

Hal itu disampaikan Saleh kepada Rakyat Merdeka Online siang ini (Minggu, 18/3). "Kedua, DPR diminta ikut membantu pemerintah mencari solusi alternatif agar kenaikan BBM dapat dihindarkan. Sebagai mitra pemerintah dalam melayani rakyat, DPR dinilai sebagai lembaga yang paling mengetahui  bagaimana cara agar biaya subsidi BBM tidak membebani APBN," terang Saleh.

Bila poin pertama dan kedua tidak bisa dilakukan DPR, Saleh menekankan, tugas ketiga yang harus dikerjakan DPR adalah membantu pemerintah menjelaskan kepada masyarakat mengapa harga BBM harus dinaikkan. Meski pilihan ketiga ini tidak menyelesaikan masalah, namun setidaknya DPR telah melakukan sesuatu untuk masyarakat.

"Saya melihat bahwa sebagian anggota DPR berusaha cuci tangan dari polemik kenaikan BBM. Yang lebih parah, sebagian di antaranya ada pula yang menolak kenaikan BBM namun tidak mampu memberikan solusi alternatif agar kebijakan itu tidak dilaksanakan pemerintah. Malah, polemik ini seakan-akan dijadikan komoditas politik untuk mencari popularitas dengan mengabaikan kepentingan rakyat," demikian Saleh. [zul]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya