akbar tanjung/ist
akbar tanjung/ist
RMOL. Sangat tidak relevan menghubungkan aksi menolak kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dengan isu makar atau pengulingan pemerintahan SBY-Boediono.
"Jangan dikesankan seolah-olah yang mengritisi itu adalah perbuatan makar, artinya kita menghormati sistem demokrasi yang memungkinkan berbeda pendapat," kata Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Akbar Tanjung, kepada Rakyat Merdeka Online di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis malam (8/3).
Akbar juga mengingatkan bahwa Indonesia menganut sistem presidensial dengan rotasi kepemimpinan lima tahun sekali. Dan bila ada kebijakan pemerintah yang tidak bisa diterima sebagian masyarakat, makan tidak bisa serta merta mengganti pemerintahan.
Populer
Rabu, 01 April 2026 | 18:05
Sabtu, 04 April 2026 | 02:17
Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08
Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59
Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43
Sabtu, 04 April 2026 | 02:23
Kamis, 02 April 2026 | 10:39
UPDATE
Minggu, 05 April 2026 | 01:55
Minggu, 05 April 2026 | 01:32
Minggu, 05 April 2026 | 01:10
Minggu, 05 April 2026 | 00:52
Minggu, 05 April 2026 | 00:32
Minggu, 05 April 2026 | 00:12
Sabtu, 04 April 2026 | 23:57
Sabtu, 04 April 2026 | 23:32
Sabtu, 04 April 2026 | 23:11
Sabtu, 04 April 2026 | 22:42