Berita

PRAMONO ANGUNG/ist

Pramono Anung Kecewa kalau Kewenangan Penindakan KPK Diamputasi

KAMIS, 08 MARET 2012 | 12:48 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Komisi III DPR saat ini sedang merevisi UU KPK. Salah satu yang akan direvisi adalah kewenangan KPK, tidak lagi memiliki hak penindakan, tapi hanya pencegahan.

Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung mengaku kecewa bila memang kewenangan KPK itu diamputasi.

"Saya belum tahu kebenarannya. Mudah-mudahan ini masih rumor. Secara pribadi saya kecewa," kata Pramono Anung, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis, (8/3).

Pramono mengusulkan, semestinya kewenangan KPK ditambah, bukan dikurangi. Alasannya, pemberantasan korupsi di negeri ini masih belum optimal.

"Selama ini dengan kewenengan penindakan KPK yang besar, belum banyak menuntaskan kasus korupsi. Apalagi nanti kewenangannya penindakannya dikurang," imbuh Pramono meyakinkan.

Ia menambahkan, sebaiknya lembaga penegak hukum, baik Kepolisisan, Kejaksaan dan KPK berlomba-lomba dalam melakukan penindakan atas kasus korupsi.

"Sudah waktunya Jaksa dan Kepolisian jangan berlindung ke KPK, tapi berlomba-lomba. Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya, jaksa dan Kepolisian harus diberdayakan dengan tidak mengurangi kerja KPK," imbau mantan Sekjen DPP PDI Perjuangan ini.

Terakhir Pram mengusulkan, agar KPK steril dari kepentingan politik. "Saya menginginkan, KPK ke depan tidak masuk politik dan tidak dipolitisasikan," tandasnya. [zul]


Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya