Berita

HARGA BBM NAIK

Menteri Jero: Kuota Bobol Karena Jumlah Kendaraan Membludak

SELASA, 06 MARET 2012 | 16:27 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Suasana rapat kerja Komisi VII DPR dengan Menteri ESDM, Menteri Keuangan, BPH Migas dan Pertamina agak tegang dan sempat memanas. Memang, isu yang dibahas kali ini sangat sensitif, seputar rencana kenaikan harga BBM.

Ketua Komisi VII Teuku Riefky Harsya yang memimpin rapat mengatakan, rapat menjadwalkan penjelasan over kuota BBM bersubsidi 2011 dari pemerintah. Dan dalam pemaparannya, Menteri ESDM Jero Wacik menyebut over kuota BBM bersubsidi mencapai 1,3 juta liter pada tahun 2011.

Menurutnya, over kuota itu terjadi salah satunya karena jumlah kendaraan yang melonjak. Pada 2011, jumlah mobil bertambah 900 ribu unit dan motor 850 ribu unit. Jero menceritakan, atas kondisi itu akhirnya kementeriannya bersama Kementerian Keuangan, Pertamina dan BPH Migas mengadakan rapat di akhir tahun 2011 (13 Desember 2011).


"Pada waktu itu saya jadi menteri belum genap dua bulan, saya belum fasih, saya masih fase belajar," kata Jero.

Tambah Jero, pada waktu itu juga menjelang Natal dan libur panjang, "Kita khawatir akan terganggu Natal dan liburan panjang."

Beralasan kondisi itu pula pemerintah menambah pembelian BBM, "maka kita beli dan kita tidak melanggar UU," ungkapnya.

Sempat terjadi ketegangan antara Wakil Ketua Komisi VII DPR, Effendi Simbolon, dengan anggota lainnya, Sutan Sukarnotomo (Fraksi Demokrat). Suasana memanas setelah pemaparan Menteri Jero. Teuku Rifky Harsya mempersilakan kepada anggota Komisi VII untuk mendalami.

Tapi Sutan Sukarnotomo menyelak dan mengatakan semua sudah jelas maka tidak perlu pendalaman lagi. Mendengar itu, Effendi Simbolon langsung berseru, "Keluar saja!"

Sutan Sukarnotomo pun menyahut, "Siapa yang keluar? Lu saja yang keluar," katanya dengan suara yang agak keras.

Akhirnya, Teuku Riefky mengambil alih suasana lalu memberikan izin pendalaman ke anggota Komisi VII yang lain.[ald]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya