Berita

marsetio/ist

Wakasal Marsetio Raih Gelar Doktor dari UGM

MINGGU, 04 MARET 2012 | 08:15 WIB | LAPORAN:

RMOL. Natuna, salah satu kabupaten di Kepualauan Riau, merupakan salah satu kawasan paling utara di selat Karimata. Potensi sumber daya alam Natuna cukup melimpah. Suber daya perikanan laut misalnya, mampu mencapai lebih dari 1 juta ton per tahun.

Sementara dari sisi keamanan, letak Natuna juga sangat strategis. Sebab bagian utara Natuna, langsung berbatasan dengan Vietnam dan Kamboja. Namun di sisi lain, dengan posisi dikelilingi laut luas, Natuna juga menjadi terpencil, serta minim fasilitas sosial dan fasilitas umum.

Tidak heran, saat menyusun disertasi, Wakil Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Madya TNI Marsetio, memberi perhatian khusus pada Natuna. Marsetio melihat bahwa pembangunan di Natuna harus terintegrasi dengan baik. Dia pun menuangkan semua gagasan dan pikirannya dalam disertasi berjudul "Konstruksi Marginalitas Daerah Perbatasan; Studi Kasus Kepulauan Natuna.


Dengan disertasi tersebut, Sabtu kemarin (3/3), secara resmi, Masetio pun meraih gelar doktor dalam Ilmu Kajian budaya dan Media dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Sementara disertasinnya sendiri mendapat nilai Cum Laude.

Untuk diketahui, pria kelahiran 3 Desember 1956 ini sudah mendapat beberapa penugasan sejak dilantik sebagai Perwira TNI AL dengan pangkat Letnan Dua. Selama 18 tahun berkarir, ia sudah berulangkali mengomandoi berbagai jenis kapal perang baik di Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) maupun Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar).

Marsetio pernah ditugaskan sebagai Perwira Navigasi pada tahun 1981-1984 di KRI Fatahillah; Perwira Komunikasi KRI Nala pada tahun 1984; Palaksa KRI Layang pada tahun 1982; Kadiv PIT KRI Slamet Riyadi pada tahun 1986; Kadiv Artileri KRI Slamet Riyadi pada tahun 1989-1990; Kepala Departemen Operasi KRI Nala pada tahun 1991; Tim Minlog kapal eks Jertim pada tahun 1992; Palaksa KRI Karel Satsuit Tubun pada tahun 1995.

Pada tahun 19925, Marsetio menjadi Komandan KRI Sultan Thaha Syaifuddin, dan pada tahun 1998 menjadi  Komandan KRI Nala. Tahun 1999, menjadi Komandan KRI Akhmad Yani dan pada tahun 2001 menjadi Kepala Departemen Kajian Strategis Seskoal. Dan masih banyak lagi jenjang penugasan yang dijalaninya. satu hal yang penting, Marsetio lulus tahun 1981 dari AAL dengan predikat Adhimakayasa.

Sementara itu, tanda jasa yang digenggam Marsetio adalah Bintang Jalasena Nararya, Satya Lencana Adhy Makayasa, Satya Lencana GOM VII, Satya Lencana Seroja, dan Satya Lencana Seroja I; dan Satya Lencana Kesetiaan VIII, XVI, dan XXIV. [ysa]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Prabowo-Pramono Pasangan Kuat Luar Dalam

Sabtu, 04 April 2026 | 06:08

Ancaman Cuaca Ekstrem dan Air Bersih Warga

Sabtu, 04 April 2026 | 05:40

Batas ‘Scroll’ Anak

Sabtu, 04 April 2026 | 05:14

Jangan Keliru Pahami Langkah Prabowo soal Kunjungan ke Luar Negeri

Sabtu, 04 April 2026 | 05:12

Vicky Mundur dari Polisi, Kasus yang Ditangani juga Ikutan Mundur

Sabtu, 04 April 2026 | 04:38

Satu Orang Tewas Imbas Kecelakaan Beruntun di Tol Solo-Semarang

Sabtu, 04 April 2026 | 04:03

Negara Harus Tegas atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI

Sabtu, 04 April 2026 | 04:00

Mobil Tertimpa Pohon Tumbang di Bandung, Sopir Tewas

Sabtu, 04 April 2026 | 03:38

IAW Peringatkan Potensi Kebocoran Lebih Besar di Bea Cukai

Sabtu, 04 April 2026 | 03:26

Dedi Mulyadi Lunasi Tunggakan Gaji Pegawai Bandung Zoo

Sabtu, 04 April 2026 | 03:03

Selengkapnya