Berita

ilustrasi

SKANDAL PAJAK

Imamnya Baik, Tapi Makmumnya Pakai Kiblat yang Beda

SABTU, 03 MARET 2012 | 09:23 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Reformasi birokrasi sudah gagal, karena kasus korupsi pajak Gayus Tambunan dan Dhana Widyatmika (DW) tidak diselesaikan ke akar persoalan.

Terdakwa kasus pajak Gayus Halomoan Partahanan Tambunan baru saja divonis 6 tahun penjara dan membayar denda Rp 1 miliar. Jika denda tidak dibayar, maka ditambah hukuman kurungan 4 bulan. Sehingga, secara keseluruhan, hukuman untuk Gayus menjadi 20 tahun.

Dan DW sendiri sudah resmi ditahan pihak Kejaksaan Agung di Rumah Tahanan Salemba. DW akan ditahan selama 20 hari ke depan. Mantan Pegawai Ditjen Pajak itu memiliki rekening hingga mencapai miliaran rupiah di sejumlah bank. Dia juga diketahui memiliki barang berharga berupa emas, dokumen sertifikat kepemilikan tanah, dan mobil mewah.


"Kasus Gayus dan DW itu sebagian kecil kasus yang ada dan nanti kita harap terungkap lebih banyak," kata Wasekjen Transparency International Indonesia, Lucky Djani, dalam acara Polemik Sindo Radio "Pembajak Pajak" di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (3/3).

Lagi, mengapa upaya reformasi birokrasi disebut gagal karena keseriusan penanganan kasus Gayus atau DW tidak menggunakan perspektif penanganan hukum yang benar.

"Apakah cukup memenjarakan orang saja, atau ada upaya memiskinkan? Kita punya berbagai instrumen hukum untuk menjerat. Jadi terpidana itu tidak hanya menjalani hukuman tapi dimiskinkan," katanya lagi.

Beragam instrumen hukum bisa memiskinkan koruptor. Maka itu dia menolak jika dikatakan sistem terkesan tak mampu membendung kasus korupsi. Korupsi adalah kejahatan teroganisir dan menggunakan logika dan norma yang berbeda supaya tak tersentuh sistem.

"Saya pikir imamnya (sistemnya) baik, tapi makmum (birokrat)-nya yang gunakan kiblat berbeda," jelas dia.[ald]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Denny Indrayana Optimistis MK Diskualifikasi Gibran

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:05

Harga Minyak Dunia Membara, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:03

Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:55

Nonton Film ‘Istimewa’ Bareng Penyandang Disabilitas, Legislator PKS Dorong Kesetaraan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:49

Masuknya RG Jadi Wantimpres Pelajaran untuk Tak Terlalu Anti Kekuasaan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:43

Ribuan Prajurit Dikerahkan Dalam HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:34

SBY dan Jokowi Kompak Hadir di Upacara HUT Ke-81 TNI

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:33

IHSG Positif di Awal Perdagangan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:32

Profil Komandan Upacara HUT Ke-81 TNI Letjen TNI Lucky Avianto

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:18

KPK Telusuri Dugaan Setoran dari Wajib Pajak Sektor Pertambangan di Banjarmasin

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:17

Selengkapnya