ilustrasi
ilustrasi
RMOL. Akhir 2011 lalu DPR telah menyetujui APBN Kementerian Pertahanan termasuk di dalamnya pembelian enam pesawat Sukhoi jenis Su-30 MK2 seharga US$ 470 juta melalui G to G.
Pemerintah Rusia juga menyediakan kredit negara (state credit) senilai satu miliar dollar AS bagi modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) TNI itu. Pesawat Su-30MK2 adalah pengembangan dari pesawat tempur jarak jauh Su-30 dengan peningkatan kemampuan khusus untuk menjalankan misi antikapal.
Namun, akhir-akhir ini berkembang isu dugaan mark up dalam pembelian pesawat tempur Sukhoi Su-30 MK2 itu. Kemenhan diisukan tidak melakukan kontrak pembelian melalui pihak Rosoboronexport Rusia yang merupakan perwakilan pemerintah Rusia di Jakarta.
Populer
Jumat, 04 September 2026 | 20:28
Rabu, 09 September 2026 | 01:15
Kamis, 03 September 2026 | 14:46
Selasa, 01 September 2026 | 15:17
Selasa, 08 September 2026 | 15:34
Selasa, 01 September 2026 | 01:59
Sabtu, 05 September 2026 | 16:59
UPDATE
Jumat, 11 September 2026 | 06:21
Jumat, 11 September 2026 | 06:08
Jumat, 11 September 2026 | 05:31
Jumat, 11 September 2026 | 05:14
Jumat, 11 September 2026 | 05:04
Jumat, 11 September 2026 | 04:24
Jumat, 11 September 2026 | 04:00
Jumat, 11 September 2026 | 03:39
Jumat, 11 September 2026 | 03:18
Jumat, 11 September 2026 | 03:00