Berita

ilustrasi

HARGA BBM NAIK

Mekanisme Pengganti BLT Masih Dibahas Pemerintah

SELASA, 28 FEBRUARI 2012 | 17:25 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Formula penyaluran Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebagai dampak dari kenaikan BBM dan pengganti Bantuan Langsung Tunai (BLT) masih dibahas pemerintah.

Namun Kementerian Sosial belum bisa merinci secara detail bagaimana mekanisme penyalurannya ke rakyat miskin, termasuk alternatif lewat PT Pos, dan seberapa besar dana yang akan diterima warga kategori miskin, hampir miskin dan sangat miskin.

Kenaikan BBM yang mulai diberlakukan 1 April dipastikan berimbas pada membengkaknya jumlah warga miskin. Itu sebabnya Kemensos bakal menggenjot penyaluran dana Program Keluarga Harapan (PKH) yang di 2012 mulai merata dibagikan ke 33 provinsi.


Hal tersebut diutarakan Direktur Jaminan Sosial (Jamsos) Kemensos, Edi Suharto, kepada wartawan, Selasa (28/2). BLSM diklaim Edi sebagai program bantuan pendampingan bagi warga miskin yang sebelumnya juga sudah menerima berbagai program dari pemerintah seperti pemberian raskin, jamkesmas dan program bantuan lainnya.

"Dalam rapat yang kami lakukan dengan Bappenas sudah ada rencana ke pemberian BLSM. Yang jelas dampak kenaikan BBM jumlah warga miskin akan bertambah, apalagi dampak kenaikan BBM sudah pasti akan banyak perusahaan yang terkena PHK. Warga yang tadinya mapan ada pendapatan, tentu akan jatuh miskin jika tidak punya penghasilan," urainya.

Di 2012, sasaran PKH adalah 1.516.000 keluarga sangat miskin (KSM) untuk 166 kabupaten, tahun 2013 mencapai 2.400.000 KSM di 497 kabupaten, dan tahun 2014 untuk 3 juta KSM di 497 kabupaten. Dana PKH di 2014 akan mencapai Rp 4,9 triliun. Data yang dilakukan untuk KSM ini dibantu dengan data dari Program Perlindungan Sosial sesuai by name by addres.

Menurutnya, PKH berbeda dengan BLSM di mana bantuan untuk akses ke pendidikan, kesehatan bagi anak dan ibu ini dalam suatu keluarga tidak selamanya diberikan. Jika keluarga tersebut sudah mendapatkan perubahan ekonomi yang lebih baik, bantuan PKH bisa dikurangi atau bahkan dialihkan kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan.

"Makanya dalam pemberian PKH, begitu dana disalurkan langsung diverifikasi di bulan berikutnya apakah ada perubahan atau memang target sesuai sasaran. Sementara BLSM kan sifatnya bersyarat, diberikan jika memenuhi syarat dan kondisional," jelasnya.

"Semula ada pihak yang menafsirkan pemerintah tidak memberi kailnya, tapi ikannya. Ada sifat ketergantungan, namun PKH tidak diberikan lagi jika keluarga tersebut sudah mengalami perubahan ekonomi yang lebih baik," imbuhnya.

Dijelaskan juga bahwa studi yang dilakukan Bappenas dan Bank Dunia membuktikan PKH tidak membuat keluarga miskin bergatung ekonominya. PKH dinilai baik dan berhasil dalam membantu keluarga miskin terakses ke bidang pendidikan dan kesehatan.[ald]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Denny Indrayana Optimistis MK Diskualifikasi Gibran

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:05

Harga Minyak Dunia Membara, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:03

Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:55

Nonton Film ‘Istimewa’ Bareng Penyandang Disabilitas, Legislator PKS Dorong Kesetaraan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:49

Masuknya RG Jadi Wantimpres Pelajaran untuk Tak Terlalu Anti Kekuasaan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:43

Ribuan Prajurit Dikerahkan Dalam HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:34

SBY dan Jokowi Kompak Hadir di Upacara HUT Ke-81 TNI

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:33

IHSG Positif di Awal Perdagangan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:32

Profil Komandan Upacara HUT Ke-81 TNI Letjen TNI Lucky Avianto

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:18

KPK Telusuri Dugaan Setoran dari Wajib Pajak Sektor Pertambangan di Banjarmasin

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:17

Selengkapnya