Berita

century/ist

CENTURYGATE

Tawar-menawar DPR dan KPK untuk Tuntaskan Centurygate

SENIN, 27 FEBRUARI 2012 | 22:05 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Kinerja KPK yang lamban dalam menuntaskan kasus bailout Bank Century yang diduga merugikan negara sebesar Rp 6.7 triliun membuat Komisi III DPR berang.

Adalah anggota Komisi III Ahmad Yani menyemprot para pimpinan KPK yang hadir dalam rapat kerja (Raker) Komisi III DPR dengan KPK.

"Saya minta KPK untuk melibas siapapun yang berupaya menghambat menuntaskan kasus itu. Dari partai manapun, libas saja," kata Yani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (27/2).


Harusnya, imbuh politisi PPP ini, KPK bisa menuntaskan kasus ini dalam waktu satu bulan dari sekarang. "Ini karena semuanya sudah terang benderang," tegas Yani.

Melihat tensi Ahmad Yani meninggi, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad pun angkat suara. Ia berjanji tidak akan mempetieskan kasus skandal Bank Century.

"Kita tidak akan mempetieskan, kami tidak akan menghambat," janji Abraham.

Namun, Abraham meminta tambahan waktu dari Komisi III untuk menuntaskan kasus ini.

"Insya Allah (akan selesai). Tapi, janganlah saya dikasih waktu sebulan, tapi sampai akhir tahun inilah, sesuai kesimpulan Timwas Century," pinta Abraham.

Abraham beralasan, selain Century banyak kasus lain yang ditangani KPK.

"Ini hanya menyangkut bukti-bukti yang masih kita perlukan. Insyaallah tahun ini kita tingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan," ujarnya.

Mendengar penjelasan Abraham tersebut, anggota Komisi III dari Partai Golkar, Bambang Soesatyo pun menyahut. Katanya, apa susahnya meningkatkan status sebuah kasus dari penyelidikan ke penyidikan. "Kan bukti-buktinya sudah jelas, sesuai dengan hasul audit BPK," kata Bambang mempertanyakan. [arp]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya