Berita

ilustrasi

TB Hasanuddin: Pertemuan Bahas Papua di Australia Serang Kedaulatan NKRI

SABTU, 25 FEBRUARI 2012 | 17:54 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Rencana berkumpulnya para aktivis dan anggota Parlemen Australia dan sekitar Pasifik (Vanuatu, Selandia Baru, Papua New Guinea dan lainnya ) dalam waktu dekat ini di Australia sangat disesalkan Wakil Ketua Komisi I DPR, Mayjen (Purn) TB Hasanuddin.

Mereka berkumpul atas nama International Parliamentarians for West Papua. Salah seorang anggota Parlemen Australia dari Partai Hijau, Richard Di Natale, mengatakan kepada media Australia bahwa bangsa Papua harus diberi kesempatan menentukan pilihannya sebagai bangsa.

"Kegiatan kaukus ini sesungguhnya dapat diartikan sebagai upaya intervensi terhadap kedaulatan dan keutuhan NKRI," kata TB Hasanuddin kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Sabtu petang, 25/2).


Dia mendesak pemerintah segera melakukan upaya-upaya positif dengan melakukan lobi dan penjelasan kepada peserta kaukus bahwa masalah Papua bagi Indonesia telah final. Harus dijelaskan bahwa sejak 1969 rakyat Papua sudah resmi menjadi bagian yang sah dari NKRI melalui Penentuan Pendapat Rakyat yang diakui oleh PBB.

"Bahwa sekarang ini ada masalah keadilan dan kesejahteraan di Papua, pemerintah dan semua komponen bangsa sedang melakukan upaya-upaya agar masalah di Papua dapat diselesaikan oleh bangsa sendiri tanpa harus diintervensi negara atau bangsa lain," imbuhnya.[ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya