Berita

ilustrasi

Individu Menentukan, Parpol Cuma Baju

SABTU, 25 FEBRUARI 2012 | 09:56 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Mana lebih baik, sistem politik di zaman Orde Baru berkuasa atau kini di saat reformasi masih bergulir? Nyatanya, di zaman otoriter punya kelebihan stabilitas politik dan kehidupan berpartai diatur. Tapi kini, politik semakin runyam dan parpol menuju titik nadir karena kepercayaan yang anjlok dari masyarakat.

Menurut Ketua Balitbang Partai Golkar Indra J Piliang, banyak parpol yang baik tapi tersingkir dalam proses pertarungan pemilu nasional. Dia sebut contoh, Partai Bulan Bintang yang menurutnya bagus karena punya kader-kader ideologis dan para tokohnya berkarakter.

"Tapi dalam kompetisi nasional mereka tidak bisa ikut. Jadi, peluang parpol nasionalis jauh lebih besar dari berbasis agama atau ideologi tertentu," katanya saat mengisi diskusi Sindo Radio bertajuk "Parpol Menuju Titik Nadir" di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (25/2).


Biasanya, lanjut Indra, pemilih yang punya karakter lebih memilih masuk partai yang kecil-kecil. Sekarang, politik masuk ke tingkat individu. Ideologi ada di kepala masing-masing, bukan di dalam kurikulum partai.

"Parpol cuma baju," jelasnya.

Pengamat sosial Mudji Sutrisno menambahkan, sistem yang mengatur kehidupan bangsa dan bernegara di Indonesia, tetap saja berasal dari ide para individu yang bercokol di parpol.

"Orang-orang dari partai menentukan sekali, tidak hanya pikirannya tapi kejujurannya dan hati nuraninya. Apabila pikiran cerdas dan idenya jernih akan mampu membuat sistem yang baik. Kalau tak terjadi, pendidikan moral itu tak ada hasilnya." jelasnya.[ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya