agus santoso/ist
agus santoso/ist
RMOL. Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan 2000 laporan transaksi mencurigakan milik anggota DPR. Mayoritas transaksi itu dilakukan anggota Badan Anggaran DPR.
Namun keterangan yang ditulis dalam laporan resmi PPATK itu dicoret dengan stabilo warna hitam. Tapi, tulisannya masih bisa dibaca.
Wakil Kepala PPATK Agus Santoso saat tak menjawab kenapa keterangan itu dicoret.
"Itu nanti akan dijelaskan Pak Yusuf, (Kepala PPATK) sesudah istirahat," Kata Agus saat menggelar Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III, di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/2).
Selain DPR, PPATK juga dalam laporannya memaparkan Laporan Hasil Analisis (LHA) terhadap lembaga Polri sebanyak 89 LHA; lembaga Kejaksaan 12 LHA, hakim 17 LHA dan Komisi Pemberantasan Korupsi 1 LHA. [zul]
Populer
Sabtu, 04 April 2026 | 02:17
Rabu, 01 April 2026 | 18:05
Sabtu, 04 April 2026 | 02:23
Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08
Minggu, 05 April 2026 | 09:04
Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59
Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43
UPDATE
Minggu, 05 April 2026 | 21:48
Minggu, 05 April 2026 | 21:29
Minggu, 05 April 2026 | 20:57
Minggu, 05 April 2026 | 20:47
Minggu, 05 April 2026 | 20:31
Minggu, 05 April 2026 | 19:58
Minggu, 05 April 2026 | 19:56
Minggu, 05 April 2026 | 19:15
Minggu, 05 April 2026 | 18:51
Minggu, 05 April 2026 | 18:33