Berita

Uli Auliani

Blitz

Uli Auliani, Protes Dicap Bom Seks

SENIN, 20 FEBRUARI 2012 | 08:48 WIB

RMOL.Uli Auliani membintangi film terbaru, Rumah Hantu Pasar Malam. Seperti biasa, Uli berhadapan dengan mistis dan ngerinya film horor. Situasi ini bikin dia tak habis pikir.

“Mungkin karakter wajah aku yang jutek jadi kesannya horor banget kali ya,” selorohnya saat ditemui akhir pekan lalu.

Padahal, Uli selalu terbuka untuk berakting di  sinetron atau film. Akan tetapi, kalau saja  boleh memilih, Uli sangat tertarik banget dengan film layar lebar tentang drama sosial.

“Sejauh ini aku belum mendapatkan kesempatan main di film layar lebar dengan peran idamanku. Tapi sejauh ini nggak masalah. Kalau film tak punya jalan cerita dan hanya menampilkan bikini, pasti aku nggak mau,” paparnya.

Kerap mendapatkan peran seksi di film-filmnya, Uli dijuluki bom seks. Lagi-lagi dia bingung.

“Aku heran aja, kenapa? Pantat aku kecil, masih banyak yang lebih besar-besar yang harusnya dibilang bom seks,” ujarnya.

Uli merasa dirugikan dengan julukan tersebut karena keluarganya protes.

“Sekarang lebih ke pasrah aja lah orang mau bilang apa, pendapat apa karena kita juga nggak bisa stop dengan apa yang mereka pikirkan dan nilai terhadap kita,” tuturnya.

Uli pertama kali akting di film Virgin pada 2004. Dua tahun kemudian ia mem­bintangi Maskot. Setelah itu hampir setiap tahun Uli bermain film bergenre horor yang menuntutnya untuk tampil seksi.

Dalam Rumah Hantu Pasar Malam, Uli jadi penari jaipong bernama Intan. Tokoh yang menggantungkan hidupnya dari pasar malam ini memiliki karakter yang kuat namun misterius. Sisi misterius inilah yang kemudian banyak mengundang tanda tanya orang di sekitarnya.

“Aku belajar menari di lokasi. Se­belumnya pas sama mas Hanung (Bra­mantyo) pernah jadi penari juga. Di situ aku penari ronggeng. Jadi penari rong­geng dengan jaipong itu sangat beda,” terang Uli. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya