Berita

sby-boediono/ist

CSIS: Hari Ini Masyarakat Didominasi Rasa Kecewa pada Pemerintah

SENIN, 13 FEBRUARI 2012 | 14:47 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Masyarakat menilai kinerja pemerintahan di tiga bidang yang jadi perhatian publik, yakni penegakan hukum, pengentasan kemiskinan, dan pemberantasan korupsi, sangat lemah. Hal itu tercermin dalam hasil survei nasional 16-24 Januari terhadap 2.220 responden.

"Kurang dari seperlima masyarakat Indonesia menganggap ada banyak perbaikan, sementara sisanya beranggapan bahwa tidak banyak kemajuan bahkan penurunan," kata peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Sunny Tanuwidjaja, di Jakarta Post Building, Palmerah, Jakarta, Senin (13/2).

Ketika diminta menilai situasi ekonomi hari ini dibandingkan tiga tahun yang lalu, kurang dari seperlima yang merasa bahwa ada perbaikan. Mayoritas merasakan ada stagnasi, bahkan kemunduran. Pendapat yang sama juga ditemukan terkait persepsi tentang kepemimpinan SBY. Secara umum masyarakat menilai tidak ada kemajuan berarti.


"Dua hal di atas menggambarkan hari ini masyarakat didominasi oleh perasaan kecewa. Baik karena kemunduran maupun tidak banyak perbaikan dalam berbagai bidang kehidupan dan penyelesaian persoalan bangsa," katanya.

Selengkapnya penilaian publik terhadap kerja pemerintah di berbagai bidang:

Pemberantasan korupsi:
Semakin buruk 25,4 persen
Sedikit kemajuan 40,2 persen
Banyak kemajuan 16,3 persen

Pengentasan kemiskinan:
Semakin buruk 31,7 persen
Sedikit kemajuan 38,5 persen
Banyak kemajuan 12,9 persen

Penegakan hukum:
Semakin buruk 32,6 persen
Sedikit kemajuan 30,6 persen
Banyak kemajuan 12,8 persen

Kondisi ekonomi dibandingkan 3 tahun yang lalu:
Tidak puas 26,9 persen
Biasa saja 52,0 persen
Puas 15,0 persen

Kepemimpinan SBY:
Tidak puas 14,8 persen
Biasa saja 63,8 persen
Puas 11,9 persen

[ald]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya