Berita

CSIS: Parpol Cuma Jago Kritik Akan Kehilangan Pendukung

Golput Berpotensi Meningkat
SENIN, 13 FEBRUARI 2012 | 12:56 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Jika Pemilu dilakukan hari ini, semua partai politik akan mengalami penurunan perolehan suara dibandingkan dengan perolehan pada 2009. Pemilih secara umum kecewa terhadap semua politik dan cenderung bingung akan memilih partai yang mana.

Itulah antara lain hasil penelitian lembaga Centre for Strategic and International Studies (CSIS) yang salah satunya dipaparkan peneliti Sunny Tanuwidjaja di Jakarta Post Building, Palmerah, Jakarta, Senin (13/2).

Bahkan, seperti dipaparkan Sunny, bagi parpol yang kritis pada pemerintah seperti PDIP, Golkar dan PKS, posisi mereka tidak begitu menguntungkan. Strategi menyerang dan mengeritik pemerintah tidak ampuh untuk menarik simpati masyarakat.


"Malah pendukung partai yang kritis itu juga ikut lari. Sekarang intinya adalah masyarakat butuh pada partai yang bekerja, bukan partai yang mengkritik," kata Sunny Tanuwidjaja.

Menurut dia, Pemilu legislatif 2014 berpotensi sangat kompetitif. Tapi bukan karena partai-partai politik berkualitas baik, melainkan karena tidak ada partai yang menonjol.

"Jumlah Golput berpotensi meningkat, melihat tren tiga pemilu yang lalu, dan semakin rendahnya kepercayaan publik terhadap partai," ujarnya.

Ditambahkan Ketua Departemen Politik dan Hubungan Internasional CSIS, Philips Vermonte, penyelenggaraan Pemilu 2014 harus lebih baik dari 2009.

"Hal itu untuk menghindari delegitimasi Pemilu dan instabilitas sosial-politik," tegasnya.[ald]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya