Berita

martin hutabarat/ist

Kolega Nasir Kesal, Gara-gara Dia Citra Sidak Jadi Jelek

SENIN, 13 FEBRUARI 2012 | 10:35 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Inspeksi mendadak atau biasa disebut sidak anggota DPR dari komisi hukum DPR ke lembaga pemasyarakatan ataupun rumah tahanan perlu diatur kembali.

Menurut anggota Komisi III dari Fraksi Gerindra, Martin Hutabarat, kebijakan Menteri Hukum dan HAM yang lalu, Patrialis Akbar, mengizinkan anggota Komisi III sidak ke Lapas atau Rutan sebenarnya bermanfaat sebagai bahan bagi rapat kerja DPR dengan pemerintah.

Martin menceritakan pengalamannya sewaktu sidak ke Makasar beberapa waktu lalu. Waktu itu, Komisi III menemukan enam anak berusia 12-14 tahun yang sudah ditahan dua pekan hanya karena perkelahian dengan sebayanya. Penahanan dalam waktu cukup lama dan satu ruangan dengan tahanan dewasa bisa mengubah mental anak menjadi penjahat profesional.


"Kami langsung telepon Menkumham dan pejabat tinggi Polri agar anak-anak tersebut dipulangkan. Hasilnya anak-anak tersebut dibebaskan, tanpa harus menunggu Raker," katanya.

Karena itu, kasus koleganya di DPR, M. Nasir, yang bertemu rahasia dengan terdakwa kasus wisma atlet, Muhammad Nazaruddin, pada tengah malam di LP Cipinang pekan lalu, sangat mengusiknya. Gara-gara kasus itu, kesan publik terhadap kunjungan sidak anggota komisi III ke LP pun menjadi buruk.

"Perlu diatur kode etiknya agar setiap sidak anggota DPR harus disertai laporan hasil kunjungan yang disampaikan ke internal komisi III dan Menkumham. Harus dalam rangka kepentingan tugas pengawasan," tegas Martin.[ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya