Berita

Tak Mau Disumpah, Noer Fajriansyah Diberhentikan dari Ketua Umum PB HMI

JUMAT, 10 FEBRUARI 2012 | 22:29 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Noer Fajriansyah sudah diberhentikan dari Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI). Hal ini sesuai hasil Rapat Harian PB HMI yang dilakukan kemarin malam (Kamis, 9/2).

Selain memberhentikan Fajri, dalam rapat itu juga menunjuk Dwi Julian sebagai Pj Ketua Umum PB HMI.

M. Arbayanto, kader HMI yang pernah menjadi Kabid Hukum dan HAM PB HMI, dan ikut dalam rapat pleno itu, mengatakan, pemberhentian ini tidak lepas dari adanya kasus amoral yang telah mencoreng nama baik organisasi oleh Fajri, sebagaimana diakui HMI-wati Niskalawati. Niskalawati mengaku telah berkali-kali melakukan hubungan layaknya suami istri dengan Fajri dan terpaksa membongkarnya karena Fajri tak mau mempertanggung jawabkan perbuatannya.


Fajri dinilai sudah tidak punya i'tikad baik untuk memperbaiki citra HMI yang digadang-gadang isu amoral itu. Bahkan upaya klarifikasi, melalui Pleno PB HMI, secara personal, hingga tuntutan adanya sumpah secara Islami tak diindahkan oleh Fajri.

Tentu saja HMI resah dengan pengakuan Niskalawati, sehingga upaya meminta klarifikasi terus dilakukan. Namun, kata Arbayanto, Fajri tak pernah sedikitpun mengindahkan upaya resmi melalui pintu organisasi. Terakhir, pada Kamis (9/2) sore saat digelar adanya sumpah Islami terhadap Fajri di Masjid Sunda Kelapa juga harus digagalkan, karena yang bersangkutan sudah tidak mengindahkan.

"Ini menunjukkan bahwa Fajri telah melakukan pencemaran nama baik secara pasif karena tidak mau mengklarifikasi. Padahal ini isu yang sangat prinsipil bagi HMI. Sehingga kami mengambil alih kepemimpinannya di HMI," kata Arbayanto kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat malam, 10/2).

"Sejak tadi malam, Fajri bukan lagi Ketua Umum HMI," kata dia. [dem]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya