Berita

erik satrya wardhana/ist

Indonesia Hadapi Gempuran Ketiga pada Industri Sawit

SENIN, 30 JANUARI 2012 | 15:38 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Sabtu (28/1), Kementrian Perdagangan mendapat notifikasi resmi dari pemerintah Amerika Serikat yang menegaskan palm-oil (kelapa sawit) Indonesia sebagai unsustainable product. Ekspor kelapa sawit Indonesia beserta turunannya, ditolak masuk untuk tujuan AS, dengan alasan tidak ramah lingkungan.

Wakil Ketua Komisi VI DPR Erik Satrya Wardhana, mengungkapkan, kejadian itu merupakan gempuran tahap ketiga berupa kampanye hitam atas industri sawit nasional.

"Gempuran pertama dilakukan oleh LSM yang berafiliasi dengan NGO asing, tahap kedua adalah grup consumers dengan aksi pemboikotan bahan mentah dan tahap ketiga adalah penolakan dari pemerintah tujuan ekspor (AS),” papar legislator dari Fraksi Partai Hanura itu di Gedung DPR, Jakarta, Senin (30/1).


Erik menduga, kampanye hitam berselimut isu lingkungan hidup akan terus berlangsung karena ermintaan dunia akan minyak nabati, baik untuk food ataupun fuels akan terus meningkat. Kendati tema yang mengemuka masih seputar kerusakan biodeversity dan deforestasi, namun pesan di baliknya sangat kasat mata yaitu perang dagang.

"Ujung dari berbagai pressure ini adalah pemberlakukan standar-standar baru dalam perdagangan minyak sawit. Negara besar seperti Uni  Eropa dan AS akan membuat regulasi perdagangan dalam non-tariff barrier pada minyak sawit sebagai bahan baku fuels," imbuh Erik.

Oleh karena itu, kesigapan pemerintah menghadapi gempuran ini, menjadi parameter kunci bagi terbangunnya kembali optimisme pelaku industri sawit nasional, yang sebelumnya menghadapi prospek pertumbuhan.

"Penerapan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) sebagai regulasi untuk menjamin proses produksi sawit yang sustainable, sudah siap diimplementasikan. Ini merupakan bukti bahwa industri kelapa sawit Indonesia memiliki komitmen yang kuat dalam pengelolaan kelapa sawit secara berkelanjutan. Argumen ini cukup untuk membantah tuduhan AS itu," ujar Erik.

Mengingat begitu ketatnya kompetisi global dan besarnya peranan industri kelapa sawit nasional, sementara masih banyaknya potensi yang belum dimanfaatkan, Pemerintah perlu memimpin secara langsung kebangkitan industri persawitan Indonesia, malalui berbagai dukungan kebijakan

Beberapa kebijakan penting itu diantaranya, keringanan pajak ekspor dan insentif untuk percepatan pengembangan industri hilir, keterjangkauan bunga kredit, penyediaan infrastruktur dan kepastian tata ruang, jaminan keamanan berinvestasi dan kepastian hukum, penyederhanaan proses dan kemudahan perizinan, dukungan pembiayaan riset dan pengembangan SDM, serta mempercepat revitalisasi perkebunan kelapa sawit rakyat.[ald]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya