Berita

Tata ‘Mahadewi’

Blitz

Tata ‘Mahadewi’, Izinkan Suami Poligami, Asal...

KAMIS, 26 JANUARI 2012 | 09:22 WIB

RMOL. Banyak perempuan sensitif me­nyoal poligami. Tapi Tata ‘Mahadewi’ justru sebaliknya. Dia malah me­ngizinkan suami, Efran Tan Fitrianto, berpoligami. Alasannya takut dise­lingkuhi. Nah lho?

“Istri dua, nggak apa-apa lho. Aku sih menerima poligami. Menurut aku daripada nakal mending jujur. Dari­pada diam-diam selingkuh. Aku izin­kan untuk poligami. Selama dia jujur, nggak masalah. Kita kan harus bagi sama perempuan lain,” ujarnya polos.

Namun, Tata punya syarat untuk suami. Tidak boleh sekedar memuas­kan hasrat biologis. Harus memberi nafkah lahir-bathin yang layak kepada dirinya dan istri kedua.

“Selama niatnya baik, misalnya se­orang janda, bisa menghidupi, nggak masalah. Asal perempuan itu nggak lebih muda, lebih montok dari aku. Kenapa nggak (poligami), di Islam saja boleh kok, halal selama niat baik dan suami adil,” tuturnya.

Selama ini, bekas personil Tequilla Band ini sering memergoki sang suami melirik wanita lain saat jalan bersama.

“Jujur nggak pernah, tapi bohong pernah. Makanya mulai saat itu aku bilang jujur aja. Matanya kecil tapi lirikannya itu lho,” sindirnya.

Meski begitu, bukan berarti rumah tangganya di ambang retak. Justru Tata dan suami mengaku cukup sukses menjaga tali kasih keduanya. Terlebih sang suami yang selalu mengalah setiap ada pertengkaran.

“Kalau aku lebih agak tegas dan keras. Aku perempuan mandiri. Dia banyak mengalah biar nggak banyak ribut,” ucapnya.

“Dia kan orangnya pasif. Kadang nggak pernah ngomong. Sedangkan aku orangnya nyablak, aku harus open. Sementara dia memendam. Itu yang nggak cocok sampai sekarang,” te­rangnya lagi. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya