Berita

Dunia

Monumen Martin Luther King Mengundang Kontroversi

SABTU, 14 JANUARI 2012 | 20:16 WIB | LAPORAN:

RMOL. Sebuah kutipan yang diukir di monumen Martin Luther King Jr, di Washington, akan segera diganti. Prasasti itu dikritik karena tidak secara akurat mencerminkan kata-kata King, pemimpin dan pejuang hak-hak sipil AS.

Prasasti saat ini berbunyi: "Saya adalah genderang bagi keadilan, perdamaian dan kebenaran." Ungkapan ini menjadi kontroversi, setelah monumen ini dibuka pada bulan Agustus lalu. Kutipam ini dimodifikasi dari pidato King yang sangat terkenal "Mayor Drum Instinct". Ketika itu,  Februari 1968, King berusia 39 tahun, ia menjelaskan kepada jemaatnya di Atlanta mengenai bagaimana dia ingin dikenang pada saat pemakamannya. Dua bulan setelah pidato itu, ia dibunuh di Memphis.

"Versi terpotong itu membuat King terdengar sangat arogan," ujar penyair Maya Angelou, seperti dilansir Guardian, Sabtu (14/1).


Pada prasati saat ini, kata-kata King tampaknya memang lebih sederhana dari kutipan pidatonya: "Ya, jika Anda ingin mengatakan bahwa saya adalah sebuah genderang, katakan bahwa saya genderang untuk keadilan, katakanlah bahwa saya genderang bagi perdamaian... saya genderang bagi kebenaran." Tapi kesan arogan memang terlihat dalam kutipan yang lebih pendek.

Sekretaris Departemen Dalam Negeri AS, Ken Salazar mengatakan, pihaknya telah memutuskan untuk mengubah kutipan itu.

"Kami akan menambahkan kalimat yang akan dipilih dengan lebih hati-hati. Kutipan baru akan lebih menegaskan perannya di Amerika selama pertengahan abad ke-20 sebagai pemimpin dan advokat sosial untuk kebebasan, keadilan, harapan dan perdamaian," demikian Salazar. [arp]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya