Berita

tb hasanuddin/ist

Jenderal TB: Polisi Melakukan Penyerbuan, bukan Pengendalian Massa!

KAMIS, 29 DESEMBER 2011 | 17:57 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Sekretaris Militer era Presiden Megawati Soekarnoputri, Mayjend (purn) TB Hasanuddin menilai Kepolisian tidak bisa disebut sedang melakukan pengendalian massa menghadapi unjuk rasa masyarakat di Bima di Pelabuhan Bima, Sabtu (24/12)lalu. Apa yang dilakukan polisi adalah sebuah penyerbuan, karena kepolisian beraksi di pagi hari saat masyarakat justru sedang tidak banyak beraktivitas.

"Apalagi kalau sampai ada penembak jitu, naif sekali ini. Saya pun mempertanyakan apakah urutan-urutan Protap (prosedur tetap) dalam pengendalian masyarakat sudah dipenuhi?” ujarnya di ruang Fraksi PDI Perjuangan di  gedung DPR, Senayan, Jakarta Kamis (29/12).

Wakil Ketua Komisi I ini menerangkan dalam Protap pengendalian masyarakat, harusnya yang diturunkan bukanlah satuan tempur. Ada satuan pengendalian masyarakat sendiri yang di dalamnya ada ahli hukum, ahli pertanahan, perkebunan, pertambangan sesuai kebutuhan negosiasi. Selain itu ada pula tim dokter dan ambulans yang berjaga-jaga.


"Senjatanya juga hanya alat pemukul dari karet, tameng, gas air mata, dan water cannon. Saya mengikuti kasus ini, termasuk dari gambar-gambar di media. Kami pun dapat kabar dari Komnas HAM, keterangannya dari tiga orang yang meninggal, dua itu tidak ditembak di TKP melainkan di kampung. Ini harus diketahui publik," tambahnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya