Berita

Prof. Oppenheimer Tertarik Pelajari Piramida Garut

RABU, 28 DESEMBER 2011 | 12:23 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Prof. Stephen Oppenheimer adalah pakar genetik dan struktur DNA manusia dari Oxford University di Inggris. Selama beberapa dekade ia meneliti struktur DNA manusia di banyak tempat di muka bumi, dan akhirnya menyimpulkan bahwa induk dari semua peradaban di muka bumi berasal dari Indonesia yang dikenal dengan nama Sundaland atau Tanah Sunda.

Teorinya itu diuraikan dengan begitu menarik dalam Eden in the East yang terbit 1998 lalu. Dalam buku itu ia menceritakan proses tengelamnya daratan sehingga melahirkan belasan ribu pulau yang kini bernama Indonesia.

Prof. Oppenheimer tertarik dengan hasil riset Tim Katastropik Purba yang menemukan bangunan berbentuk piramida di sejumlah pegunungan khususnya di Pulau Jawa, antara lain di Sadahurip, Garut, Jawa Barat. Dalam waktu dekat, ia akan berkunjung ke Indonesia dan bertemu dengan Tim Katastropik Purba yang dibentuk kantor Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB).

Oppenheimer, sebut SKP BSB Andi Arief, telah menghubungi dirinya melalui Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia. Pertemuan dijadwalkan berlangsung bulan Februari mendatang di Bali. Selain Prof. Oppenheimer, pihak lain yang telah menyatakan diri tertarik dan ingin ikut memperdalam riset piramida di Indonesia berasal dari Jerman, Singapura dan Australia.

Yang juga tertarik adalah salah seorang peneliti yang lama mendampingi ahli fisika nuklir dan geolog dari Federal University of Minas Gerais, Brazil, Prof. Arysio Nunes Santos.

Sejak tahun 1997 Prof. Santos mulai memperkenalkan teori yang menyatakan bahwa Atlantis yang hilang berada di kepulauan yang kini dikenal sebagai Indonesia. Teori itu diuraikan dalam buku Atlantis - The Lost Continent Finally Found. Prof. Santos meninggal dunia tahun 2005.

"Karena ini penelitian ilmiah, kami tidak akan menolak kerjasama dengan lembaga akademis manapun. Tetapi sebelum itu kami akan kerjakan sendiri, lalu hasil maksimal dari riset kami akan kami serahkan ke Arkeologi Nasional, Dinas Kepurbakalaan dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," ujar Andi Arief kepada Rakyat Merdeka Online, Rabu siang (28/12).

Untuk saat ini, sebutnya lagi, Tim Katastropik Purba akan mempertajam riset di kompleks candi Batu Jaya di Karawang, Jawa Barat. Diduga ada dua peradaban yang tertimbun di bawah kompleks candi itu.

Selain Batu Jaya, TKP juga akan mempertajam penelitian di Trowulan, Jawa Timur, yang sejauh ini diduga sebagai pusat kerajaan Majapahit. TKP juga menduga ada dua peradaban yang lebih tua yang tertimbun di bawah reruntuhan kerajaan Majapahit itu.

Satu tempat lain yang tengah diteliti adalah Candi Abang di Brebah, Jogjakarta yang lokasinya berdekatan dengan corps circle yang baru-baru ini ditemukan.

"Setelah itu semua selesai baru kita akan melakukan sarasehan nasional lintas keilmuwan dan hasilnya, sesuai UU, kita serahkan kepada Arkenas, Dinas Kepurbakalaan dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," ujar Andi Arief.

"Kalau dirasa mampu, dan harusnya mampu, kita meneruskan dalam tahap eskavasi," demikian Andi Arief. [guh]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

UPDATE

Plesetan Gelar Adat Jokowi: ‘Baginda Raja Rakus Bin Tamak’

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:50

Proyek Kapal Perang Filipina di PT PAL Dongkrak Industri Lokal Naik Kelas

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:20

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengelolaan Sawit Butuh ‘Nexus Baru’ Hidupkan Ekonomi Sirkular

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:39

Program BISA Biru TelkomGroup Lestarikan Ekosistem Terumbu Karang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:19

TNI dan Tentara Malaysia Perkuat Kesiapsiagaan dan Kerja Sama Kemanusiaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:57

Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Sehat

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:45

Sultan Didapuk jadi Ketum TP Sriwidjaja Perkuat Pembangunan Daerah

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:20

Indonesia Berpotensi Terima 260 Juta Dolar AS Lindungi Ekosistem Laut

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:59

Politisi Mutan Bernama Prabowo

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:45

Selengkapnya